RAJAWARTA : Video viral Jembatan rentan musibah di Kawasan Stasiun Semut Surabaya mendapat perhatian M Machmud Politisi Partai Demokrat Kota Surabaya.

Pasalnya jembatan dengan dua pipa pembatas itu, dinilainya sangat membahayakan bagi siapapun yang melintas. Oleh karenanya, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Yos Sudarso itu, meminta Pemkos untuk segera mengkoreksi jembatan itu.

“Kalau minggu pagi, di kawasan itu banyak PKL menggelar dagangan disana. Tentunya dengan adanya PKL pengunjung juga ramai. Mulai dari bapak-bapak, Ibu-Ibu, Remaja hingga anak-anak,” ujar Machmud (18/1/2022).

Machmud berharap, Pemkos gercep mengkoreksi jembatan itu. Jangan sampai Pemkos mau bertindak setelah ada musibah. “Tapi Pemkos akan perbaiki setelah ada musibah. Tapi sebelum ada korban, Pemkos diam saja,” cetusnya.

Dia pun mencontohkan, di Manukan ada anak kecil terseret banjir karena saluran airnya tidak berpagar. “Setelah ada yang mati, kecemplung maka Pemkos bangun pagar,” ujarnya, seraya menambahkan apa harus menunggu korban.

Oleh karenanya, Machmud meminta Pemkos segera melakukan evaluasi terhadap Dinas pemanggu wewenang pembangunan jembatan.

Sebab lanjutnya, berdasarkan yang diketahuinya setiap pembangunan berdasarkan pada rencana pembangunan yang dikeluarkan Pemkos. “Bentuk jembatan itu, kontraktornya pasti nuruti perencana dari Pemkos,” ulasnya.

Demi kenyamanan dan keselamatan warga Surabaya ungkap Machmud harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh. “Perencana diusut, kontraktor diusut, dan mereka semua disanksi,” tegasnya.

Print Friendly, PDF & Email