RAJAWARTA : Dibalik prestasi Walikota surabaya Tri Rismaharini or Risma dalam membangun kota, ternyata masih banyak persoalan warga Kota Surabaya yang belum kecipratan buah pembangunan.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Terbukti, beberapa RT di Daerah Pilihan I, masih banyak tidak memiliki tempat Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). “Katanya Surabaya keren, tapi faktanya masih banyak warga yang tidak memiliki MCK,” ujar Mahfud, sekretaris Komisi B DPRD DPRD Yos Sudarso kepada rajawarta (22/11).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Menurutnya, selama ini Pemkot Surabaya sibuk mempercantik Kota Surabaya dengan pohon dan bunga. Bahkan sampai rela mengimpor bunga Tabebuya dari Bazil. Faktanya di lapangan berbanding terbalik.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKB ini, Pemkot tidak boleh memandang sebelah mata masalah MCK ini karena hal tersebut sangat terkait dengan masalah kesehatan.

“Berdasarkan hasil reses yang kami laksanakan. Kami temukan fakta, dari 10 rumah warga mungkin ada 3 sampai 4 warga yang belum punya MCK,” ulas politisi asal Madas (Madura Asli) ini.

Selain masalah MCK, Mahfud bersyukur karena reses yang dilaksanakannnya berjalan lancar sesuai rencana. “Semua usulan warga sudah kami tampung. Nantinya akan kami sampaikan ke Pemkot Surabaya,” tukasnya.

Kembali ke laptop tambahnya, dalam usulan warga tersebut, utamanya masalah MCK juga sudah tercover. “Nanti kita list berapa jumlah rumah atau KK yang belum punya MCK dan akan kita usulkan ke Pemkot,” pungkasnya. ($1))