RAJAWARTA Palang Merah Indonesia (PMI) kota Surabaya berhasil meraih tiga penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan itu diraih pada HUT PMI ke 74 Tahun.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Menurut , Ir Tri Siswanto MM., Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya tiga prestasi dan penghargaan dari MURI ini merupakan kebanggaan sekaligus bentuk sinergi yang kuat antara berbagai elemen di internal PMI sendiri maupun dengan masyarakat.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi bersama di internal PMI maupun dengan masyarakat luas. Penghargaan rekor MURI ini momen penting yang diraih seiring dengan peringatan HUT ke 74 PMI,” terang Tri Siswanto.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Ke 3 penghargaan rekor MURI untuk PMI Surabaya yang dijadwalkan akan diberikan bersamaan dengan peringatan HUT ke 74 tahun PMI yang dilaksanakan pada Minggu (13/10/2019) di ballroom Grandcity Convex lantai 4 Surabaya.

Penghargaan rekor MURI diberikan atas jumlah pendonor darah sukarela 100 kali terbanyak yang diraih PMI Surabaya sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2018. Kedua, penghargaan rekor MURI diberikan kepada penggerak donor darah sukarela yang memperoleh pendonor darah terbanyak selama tahun 2012 hingga 2018.

“Ketiga, penghargaan rekor MURI diberikan kepada keluarga yang secara terus menerus dan konsisten memberikan bantuan buat PMI Kota Surabaya selama tiga generasi terus menerus. Mulai dari infrastruktur, peralatan serta kegiatan donor darah sukarela,” ujar Tri Siswanto.

Sementara dr.Hj Budi Arifah Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya, menambahkan bahwa raihan jumlah pendonor darah terbanyak bukan menjadi target utama tetapi menjadi penting dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan darah.

“Tentunya memang harus disyukuri. Tetapi bukan menjadi target utama kami untuk mencapai jumlah pendonor darah terbanyak. Justru kami ingin tetap menjaga dan mampu memberikan layanan kebutuhan darah masyarakat. Kalau kemudian kami memperoleh jumlah yang banyak tentunya memang harus disyukuri,” tegas Budi.

PMI Kota Surabaya, sampai saat ini masih menjadi bagian dari command center 112 yang ikut ambil bagian membantu masyarakat saat terjadi musibah dan kecelakaan serta ikut dalam penanggulangan bencana, seperti banjir, gempa bumi, tsunami serta erupsi gunung.(sbr-ss)

suarasurabaya