RAJAWARTA : DPD Partai Nasdem Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di sebuah hotel di Kawasan Jalan Raya Darmo Surabaya. Rakerda Perdana ini, banyak menarik perhatian khalayak, baik tamu hotel maupun warga yang kebetulan melintas di depan Hotel tempat Rekerda berlangsung.

Perhatian khalayak tertuju pada para peserta Rakerda maupun tamu undangan yang memakai sarung dan kopyah alias peci.

Hasan warga Nyamplungan, sempat menanyakan kepada wartawan. “Ini acara apa, Baju yang dipakai, baju partai Nasdem. Tapi mereka semua sarungan dan pakai kopyah,” tanya Hasan penuh tanda tanya.

Namun setelah dijelaskan, bahwa DPD Partai Nasdem Kota Surabaya menggelar Rakerda, sekaligus menyambut Hari Santri Nasional yaang jatuh 22 Oktober mendatang. “Partai Nasdem Mantab,” cetus Hasan setelah mendengar penjelasan dari seorang wartawan.

Di sela Rakerda berlangsung, sejumlah wartawan mengkonfirmasi tentang peserta Rakerda yang memakai sarung dan peci kepada Ipong Muchlissoni Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPW Partai Nasdem Jawa Timur.

Menjawab pernyataan tersebut di atas, Ipong mengaku, kewajiban peserta dan undangan Rakerda harus memakai peci dan sarung di luar sepengetahuannya.

Mantan Bupati Ponorogo itu mengungkapkan, kewajiban memakai sarung dan peci dalam Rakerda sepenuhnya ide krearif DPD Partai Nasdem Surabaya untuk menyambut Hari Santri Nasional.

“Kalau pakai sarung dan peci bukan perintah kita (DPW Partai Nasdem Jawa Timur), malah saya diperintah Kakak Robert. Jadi yang dilakukan Kakak Robert (Ketua DPD Nasdem Surabaya) ini sebagai bentuk penghargaan, dan ikut pengayuh bagyo (turut bergembira) merayakan Hari Santri Nasional. Maka Kakak Robert meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk menggunakan pakaian santri (Sarung dan Peci),” jelas Ipong.

Ipong mengungkapkan, perhatian Partai Nasdem terhadap hari santri Nasional dirayakan dengan berbagai macam kegiatan. Misalnya mengadakan lomba dengan tujuan ikut mencerdaskan anak bangsa, utamanya para santri.

“Kebetulan DPW Partai Nasdem Jawa Timur, merayakan secara besar-besaran Hari Santri Nasional ini, dengan mengadakan berbagai lomba, mengadakan seminar, vaksinasi di Pesantren, kita juga mengadakan puncak acara hari Santri Nasional, kita juga mengundang Gus Muafiq,” jelasnya.

Ipong menjelaskan, perayaan Hari Santri Nasional besar-besaran yang dilakukan Partai Nasdem merupakan bentuk gempita seluruh kader Partai Nasdem dalam menyambut Hari Nasional.

“Artinya kita betul-betul enjoy, gembira karena bisa merayakan Hari Santri. Kakak Robert menangkap momen ini, Luar biasa,” pungkasnya.

Melengkapi pernyataan Ipong Muchlissoni. Robert Simangunsong Ketua DPD Partai Nasdem Kota Surabaya mengatakan, dalam Rakerda ini, panitia sengaja mewajibkan seluruh peserta untuk memakai Sarung dan peci. Tujuannya, untuk menghormati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

“Seperti sekarang, kita juga turut serta merayakan (mendahului) untuk merasakan kegembiraan dalam menyambut hari santri. Dan, pada hari santri nanti, kita akan mengadakan kegiatan,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email