RAJAWARTA : Pemerintah Kota Surabaya (Pemkos) terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di pasar-pasar yang ada di Kota Pahlawan. Salah satunya dengan terus menyebar masker dan hand sanitizer. Hingga saat ini, sudah sebanyak 17.890 masker dan 10.151 hand sanitizer yang disebar ke pasar-pasar di Kota Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan hari ini Pemkot Surabaya menyebarkan kembali masker dan hand sanitizer ke pasar-pasar. Khusus hari ini disebarkan ke Kecamatan Kenjeran dan Kecamatan Bulak. Biasanya, ke pasar-pasar itu membagikan 1 paket goodie bag berisi 2 masker dan 1 botol hand sanitizer, serta ditambah pembagian masker kain dan kadang pula hand sanitizer botol kecil.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Nah, hari ini di dua kecamatan itu kami membagikan di Pasar Krempyeng Dukuh Bulak Banteng sebanyak 40 paket ditambah pula dengan pembagian 50 masker. Sedangkan di Pasar Podomoro kami membagikan 50 paket ditambah 50 masker, dan di Pasar Rahardjo membagikan 20 paket ditambah 50 masker,” kata Agus Hebi, Selasa (21/4/2020).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Sebenarnya, pembagian masker dan hand sanitizer ke pasar-pasar itu sudah lama dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Bahkan, hingga saat ini pemkot sudah membagikan goodie bag (berisi 2 masker dan 1 botol hand sanitizer) sebanyak 3.382 buah, dan hand sanitizer sebanyak 10.151 buah, serta masker sebanyak 17.890 buah. “Jadi, jumlahnya sudah ribuan yang kami sebarkan ke pasar-pasar itu,” katanya.

Agus Hebi memastikan bahwa pembagian hand sanitizer dan masker itu akan terus dilakukan ke pasar-pasar yang ada di Kota Surabaya, yaitu 81 pasar milik BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan 69 pasar tradisional yang dikelola LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan).

Menurutnya, salah satu alasan untuk terus menyebarkan masker dan hand sanitizer ke pasar karena pasar itu sangat memungkinkan untuk menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Sebab, di pasar itu agak sulit menerapkan physical distancing, di samping itu peredaran uang kertas dan koin juga menjadi salah satu faktor penyebar virus baru ini.

“Selain itu, kebiasaan cuci tangan seakan belum menjadi bagian rutinitas atau kewajiban perorangan, dan para pedagang, kuli panggul, karyawan toko, tukang becak, dan semua komponen di pasar belum terbiasa menggunakan masker, makanya wajib ada pemaksaan penggunaan masker. Kalau semua itu dilakukan dengan disiplin dan rutin, saya yakin pasar-pasar di Kota Surabaya akan aman. Intinya disiplin,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada para pedagang dan semua komponen yang ada di pasar agar ikut berpartisipasi dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini harus dilakukan secara bersama-sama. “Makanya kita beri stimulus bagikan masker gratis, supaya para pedagang itu juga ikut berpartisipasi,” pungkasnya. (*)