RADJAWARTA : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (KIP) dengan didampingi beberapa pejabat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Madiun (PBM). Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa harga kebutuhan pokok di Pasar terjangkau.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Delapan daerah di Jawa Timur dengan 25 Pasar menjadi titik pantau. Kita melihat stok barang disini, beras, gula, telur, minyak goreng, daging, dan daging ayam aman semuanya,” ucapnya (22/5).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Menurut KIP, ada yang menarik saat ini yang berkembang di Pasar, dimana ada beberapa barang yang harganya malah turun, misalnya telur.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Memang daging ayam dalam dua hari terakhir di PBM mengalami kenaikan sampai dua kali. Tapi HET daging ayam Rp 34 rb, jadi kalau disini harganya Rp 32rb/kg, masih di bawah HET,” jelasnya.  

Dijelaskannya, kerja keras pemerintah nampaknya berbuah manis dalam menstabilkan harga bawang putih. Dimana sebelumnya harga bawang putih cukup tinggi, namun sekarang harganya Rp 25ribu/kg.

“Kemarin di Surabaya, dari suplay Sumenep dan Pamekasan serta Lamongan, memang harganya sempat jatuh, kami ke Pasar Induk, saya minta kepada seluruh bupati dan walikota yang di pasaran harga cabainya turun, saya minta untuk melakukan aksi borong cabai rawir. Tapi disini rupanya cabainya dari Kediri, jadi harganya relative normal. Jadi tidak serendah harga cabai di Pasar Induk Surabaya,” tukasnya.

KIP menegaskan pentingnya melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar-pasar, agar seluruh tim dari tim satgas pangan bisa melakukan intervensi jika ada hal yang memang harus dilakukan. (sbrB5)