RAJAWARTA : Kelangkaan masker dan hand Zanitizer di Kota yang dipimpin Tri Rismaharini or Risma bukan isapan jempol belaka. Sebab, kabar tersebut sudah dibuktikan oleh politisi partai Golkar Akmarawita Kadir.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kepada pewarta wakil rakyat Yos Sudarso ini berkisah ketika dirinya sidak ke beberapa Apotik ternama di Surabaya. Diantaranya, Apotik di kawasan Mulyosari, apotek daerah Ngesong, apotek daerah Ngagel, dan apotik Kimia farma.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Keterangan dari pihak apotek semua menyatakan Masker dan Hand Sanitizer habis,” tuturnya. (7/3/20).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Namun lanjut Sekretaris Komisi D DPRD Yos Sudarso, bukan berarti di semua apotik yang didatanginya tidak tersedia. Terbukti ketika Akma melakukan pengecekan ke Apotik Kimia Farma di Jalan Raya Darmo, ternyata masker dan hand zanitizer masih ada.

“Pihak Apotek rata-rata menyatakan bahwa memang kosong dari distributor dan kadang hanya dikirim 1 kotak langsung habis dibeli warga,” katanya.

Hal lain yang ditemukan Akma akibat dari kelangkaan ini, pihak apotik menerapkan pembatasan pembelian masker.

“Hanya boleh 2 buah/orang, dan 1 buah Hand Sanitazer/orang. Hal serupa juga terjadi di hampir seluruh mini market di Surabaya, yang biasanya juga menjual Masker bedah dan Hand Sanitazer,” jelasnya.

Atas fakta tersebut, Akma meminta agar pemerintah kota (Pemkot) Surabaya lebih serius mengatasi dan mengantisipasi kelangkaan masker dan hand sanitizer di Kota Surabaya. Sebab, hal ini sudah menimbulkan gejala kepanikan di di tengah masyarakat.

“Komisi D, sejak bulan Januari sudah berulang kali mengingatkan Dinas Kesehatan untuk antisipasi kelangkaan masker, karena bagi tenaga medis hal ini sangat penting, karena mereka setiap saat kontak langsung dengan orang yang sakit,” beber dr Akma.