RAJAWARTA :  Muda dan cerdas itulah yang melekat pada diri KH Zahrul Azhar As’ad yang akrab dipanggil Gus Hans, karena itu pula salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) di Jawa Timur, yakni Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) jatuh hati dan tidak mau pindah ke lain hati di Pilwali Kota Surabaya tahun depan.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Surabaya itu butuh pemimpin yang muda, dan cerdas. Dan, yang memenuhi kriteria tersebut hanya Gus Hans,” jelas M Zainul Fadli Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pagar Jati Indonesia (25/7/2019).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Fadli mengaku banyak pilihan alternatif di Pilwali Surabaya, mulai dari pendatang baru dan nama-nama lama masuk ke Bursa calon Walikota Surabaya, salah satunya Gus Hans.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Tapi dari sekian nama yang mulai merebak, menurut Fadli, Gus Hans bukan tokoh alternatif tapi tokoh utama di Pilwali Surabaya.

“Gus Hans itu bukan pilihan alternatif, melainkan tokoh pilihan utama yang tepat untuk menjadi Wali Kota Surabaya. Karena beliau bukan hanya sekedar dikenal sebagai Stage Leader, melainkan juga merupakan Smart Leader,” ujarnya.

Selain di kenal di kalangan tokoh sepuh, ungkap Fadli, nama Gus Hans juga dikenal di kalangan milenial. “Milenial mengenal beliau sebagai Kyai Milenial,” ujarnya.

Oleh Karena itu, Pagar Jati Indonesia Siap Mendukung dan Memenangkan Gus Hans di Pilwali Surabaya 2020 – 2025 mendatang.

“Melalui beliau (Gus Hans) Kami meyakini bahwa akan adanya peningkatan pembangunan kualitas sumber daya manusia (Resource Quality) Surabaya seutuhnya,” pungkas Fadli. (sbr/kp)