kompas

RAJAWARTA : Perang dagangnya antara China dan Amerika Serikat berdampak luas ke semua Negara. Indonesia juga ikut merasakan perang dagang kedua Negara adidaya itu. Perang dagang tersebut mendapat perhatian Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Antisipatif diperlukan agar ekses perang dagang itu tidak menimbilkan kerusakan serius di dalam negeri. Karena itu, pemerintah dan DPR tidak boleh pasif,” ujar pria pemilik panggilan Bamsoet lewat pernyataan tertulisnya (9/6).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Bamsoet melanjutkan, jika dampak perang dagang kedua Negara itu diambaikan maka bisa dipastikan kinerja ekspor akan melemah yang akan menyebabkan deficit neraca perdagangan bisa berkepanjangan.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Laju Ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia seperti minya sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) dan karet, tidak akan berjalan mulus,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, seiring dengan perang dagang kedua Negara itu, potensi pasar Indonesia yang besar akan kebanjiran produk impor. Contohnya produk baja dari China.

Dampak lain yang harus menjadi perhatian Bangsa ini adalah meningkatnya permintaan valuta asing akibat tingginya volume impor. Tingginya permintaan valuta asing berpotensi mendepresi rupiah.

Dia meminta agar pemerintah Indonesia harus melakukan antisipatif agar ketidakpastian global itu tidak menimbulkan kerusakan serius. Salah satu jalannya adalah Negara harus kondusif. (sbr/b5/khir)