RAJAWARTA : Pemkot Surabaya menggelar Festival Yosakoi dan Gebyar Tari Remo di Jalan Tunjungan Surabaya, (20/7/2019). Ivent yang menggabungkan dua budaya ini merupakan kerjasama sister city antara Surabaya dengan Kota Kochi, Jepang. Festival dibuka dengan tari-tarian dari kedua Negara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan acara ini banyak perbedaan dari tahun sebelumnya. Invoasi terus dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan acara ini. Diantaranya menghibur warga dan yang pasti menaikkan sektor ekonomi di kota tercinta.

“Festival Yosakoi ini sebenarnya sudah digelar sejak 2003. Biasnaya digelar di Balai Kota dan sekarang dipindah ke Jalan Tunjungan yang dipadu dengan acara Mlaku-mlaku Nang Tunjungan, sehingga diharapkan pengunjung lebih membludak,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, yang dilombakan dalam festival ini hanya  tarian Yosakoi. Sedangkan Tari Remo sendiri sudah didukung oleh beberapa sanggar yang menari bersama-sama di acara ini. Selain itu, ada pula flashmoob dan juga ada tari joget Surabaya. Berbagai kreasi dan inovasi tambahan ini diharapkan menambah meriah acara ini. “Alhamdulillah warga Surabaya tumplek-blek malam. Kami senang, warga pun gembira,” pungkasnya. (*)