RAJAWARTA : Hari pertama Reses, Camelia Habiba menggelar pertemuan dengan 17 RW sekelurahan Ampel. Seperti biasa, Camelia banyak mendengar masukan dari RW, dan LPMK yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam pertemuan itu, satu persatu para RW menyampaikan aspirasinya. Tidak ketinggalan Mahfud ketua LPMK setempat juga ikut menyampaikan aspirasinya.

Aspirasi yang disampaikan Mahfud cukup menarik, karena menurutnya Kota yang dipimpin Eri Cahyadi, salah satu Kelurahan, yakni Kelurahan Ampel tidak memiliki Puskesmas.

“Kita tidak punya Puskesmas Bu (Camelia Habiba). Masak Kota sementereng Surabaya, salah satu kelurahannya tidak punya Puskesmas,” ujar Mahfud saat berkeluh kesah diacara reses Camelia Habiba. (15/10/2021).

Kalau mau lanjut Mahfud, Pemerintah Kota Surabaya (PEMKOS) tidak perlu bingung. Sebab, di kawasan Kelurahan Ampel ada bangunan eks Kelurahan, dan sekarang disulap jadi taman.

Pernyataan Mahfud bukan tanpa alasan. Sebab, pasca dijadikan Taman. Tempat itu (taman) berubah jadi tempat mabuk-mabukan, mesum, dll. “Daripada jadi tempat maksiat, mending dijadikan Puskesmas,” tukas Mahfud seraya mendapat standing uplaus dari seluruh RW yang hadir.

Mahfud menambahkan, lewat forum ini dirinya meminta Camelia Habiba untuk berjuang agar Kelurahan Ampel memiliki Puskesmas.

“Kita Meminta Dewan memperjuangkan agar dibangun Puskesmas di lahan tersebut (eks Kantor Kelurahan dirubah jadi Taman). Daripada seperti sekarang, banyak Mudhoratnya,” pungkas Mahfud.

Menanggapi usulan Mahfud. Camelia Habiba mengatakan, selama untuk kepentingan warga dirinya siap memperjuangkan aspirasi warga Kelurahan Ampel yang ingin punya Puskesmas.

“Kita ini wakil rakyat. Jadi apapun yang diinginkan rakyat, dan bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, maka kita harus all out, agar apa yang diinginkan warga bisa terealisasi,” tukas politisi PKB yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Yos Sudarso.

Print Friendly, PDF & Email