RAJAWARTA : Perseteruan antara Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat Surabaya, Ernawati, dengan Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari, semakin memanas. Bahkan kabar terbaru, Lucy mengancam akan mengeluarkan Ernawati dari kepengurusan partai Demokrat Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kabar tersebut di dapat setelah Ernawati melakukan pertemuan dengan Lucy Kurniasari di kantor DPC Demokrat Surabaya di jalan Tenggilis Utara 6 no 2 Surabaya, Senin siang (15/6/2020). Pertemuan tersebut menindaklanjuti kasus persoalan internal yang ada di partai Demokrat Surabaya.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Saya sudah mempunyai itikad baik dan memenuhi panggilan mbak Lucy. Saya kira saya di suruh ke kantor itu mau klarifikasi soal saya dikeluarkan dari group mas, tapi ternyata disana saya malah di bilang munafik dan tidak pernah berbuat apa – apa untuk partai Demokrat,” ujar Ernawati, saat dihubungi, Selasa (16/6/2020).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Bahkan, Lucy Kurniasari mengatakan kepada Erna sapaan akrab Ernawati saat pertemuan, bahwa dirinya adalah gerbong dari mantan ketua DPC partai Demokrat Surabaya Ratih Retnowati. Sehingga, selama posisi ketua dijabat Lucy Kurniasari sebagai pelaksana tugas (Plt), Erna tidak ada kontribusi apapun.

“Saya bukan gerbongnya siapa – siapa, saya gerbongnya partai Demokrat. Langsung saya jawab seperti itu mas,” jawabnya spontan dihadapan Lucy Kurniasari

Mantan anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Demokrat periode 2009-2014 ini menjelaskan, ketika mengadakan pertemuan, Lucy Kurniasari mengatakan bahwa sudah membuat undangan untuk Ernawati. Namun, ketika diminta bukti oleh Erna, Lucy Kurniasari tidak dapat menunjukan.

“Saya mintai bukti undanganya tidak ada. Bahkan saya tanya ke mbak Dewi (staf DPC partai Demokrat Surabaya), mbak dewi menjawab memang tidak ada undangan, saya hanya di perintah,” ungkap Erna.

Lebih dalam, Erna mengingatkan kepada Lucy Kurniasari, padahal ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015, Erna adalah salah satu Tim sukses Rasio – Lucy. Namun, hal itu rupanya sudah hilang di ingatan Lucy Kurniasari. “Ini sama seperti peribahasa bagai kacang lupa kulitnya. Terus terang saya sampai tercengang melihat sikap mbk Lucy,” ujarnya.

Dengan adanya polemik seperti ini, dia berharap agar DPP Partai Demokrat bisa mengevaluasi kepengurusan di DPC partai Demokrat Surabaya selama Lucy menjabat sebagai Plt ketua.

“Saya mohon dengan hormat kepada DPP partai Demokrat agar mengevaluasi kepengurusan beliau (Lucy Kurniasari) sebagai plt DPC kota Surabaya. Jangan sampai ditangan orang yang salah DPC Surabaya akan hancur,” pungkasnya. (Bt)