RADJAWARTA : Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan Deteksi Dini (Skrining) Gratis di Alun – Alun Lumajang, Jum’at (26/04/2019) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Dr. Bayu Wibowo, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menjelaskan kegiatan skrining dilakukan dalam rangka pemetaan faktor risiko dan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) serta kesehatan jiwa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab. Lumajang.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Penyakit tidak menular ini utamanya hipertensi dan diabetes melitus atau kencing manis ini menjadi standart pelayanan minimal, 100 persen orang dengan penyakit hipertensi dan kencing manis harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Pemeriksaan yang dilakukan antara lain, pemeriksaan anamnesa (riwayat penyakit metabolik), pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, pemeriksaan skala depresi dan pemeriksaan kapasitas paru.

dr. Bayu menjelaskan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes merupakan awal penyebab penyakit berbahaya lain, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dll. Plt. Dinkes itu juga mengungkapkan bahwa PTM merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Ini bisa dicegah dengan pengelolaan lebih dini, oleh karena itu masyarakat harus memeriksakan dengan skrining, apakah dirinya memiliki risiko atau sakit hipertensi dan kencing manis,” jelas dr. Bayu.

Ia berharap dengan skrining ini dapat diketahui risiko PTM agar tindakan lanjutan bisa dilakukan sejak dini. Ia berharap setelah dilakukan skrining, masyarakat semakin sadar untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kita memotivasi mereka untuk berobat ke tempat pelayanan atau dokter terdekat, kita eranya BPJS, semua peserta BPJS itu mempunyai dokter FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama,red) bisa dokter keluarga, bisa klinik, bisa puskesmas, itu untuk memantau kesehatan, atau menerima obat dan kalau dengan kondisi tertentu bisa dirujuk ke Rumah Sakit,” pungkasnya. (hms/lmj)