RAJAWARTA : Perjuangan warga pemegang Surat Ijo Surabaya yang mendesak Pemkot Surabaya membebaskan Surat Ijo menjadi sertifikat tanpa syarat mulai menuai dukungan dari sebagaian warga Surabaya. Warga pendukung perjuangan surat ijo ini tergabung ke dalam wadah Dewan Warga.

Sekjend Dewan Warga, Mariyati Fadlan or Ning Yati kepada rajawarta turunnya dewan Warga ke jalan semata untuk mendukung perjuangan warga pemegang surat ijo yang meminta haknya untuk dikembalikan.

“Menyuarakan ketidakadilan, paling tidak saya menyuarakan untuk ibu-ibu, untuk emak-emak dan mbah-mbah yang sepanjang ini menjadi korban. Ini menjadi tugas penting bagi saya pribadi, terpanggil untuk berjuang ada didalamnya yang terdampak surat ijo,” jelas Ning Yati (12/3/2020).

Dalam penjelasannya wanita berjilbab ini mengungkapkan, dampak dari penguasaan lahan surat ijo yang diklaim Pemkot sangat dahsyat terhadap mereka yang saat jadi penghuni surat ijo.

“Belum lagi kalau kita mau pahami, ada beberapa tempat peribadatan yang hampir tergusur karena tidak mampu membayar retribusi,” jelasnya.

Ning Yati menambahkan, gerakan turun jalan ini akan terus dilakukan hingga tuntutannya dipenuhi oleh Pemkot Surabaya. “Setiap kamis, insyaallah saya melakukan demo. Berikutnya diupayakan lebih masif,” pungkasnya.

Sementara Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto ditemui rajawarta menjelaskan bahwa massa yang menyampaikan aspirasi di depan Balaikota Pemkot Surabaya merupakan kelompok lain.

Dia mengatakan, sebagai negara demokrasi dirinya tetap memfasilitasi setiap aksi massa yang dilakukan warga Surabaya. “Ini kan hak demokrasi. Jadi Pemkot Surabaya memfasilitasi,” ujarnya.

Selengkapnya silahkan simak pernyataan Eddy Christijanto yang tervisual dalam video di bawah ini :

Print Friendly, PDF & Email