RAJAWARTA : Mbah Marzuki adalah contoh salah satu umat Islam di Indonesia yang sangat mencintai ajaran Islam. Kakek berusia 74 tahun, dalam keterbatasannya masih menyempatkan diri melakukan syiar Islam dengan caranya sendiri.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Hal tersebut terlihat di sepeda listriknya terpampang benner berwarna kuning ukuran 50×80 meter dan benner berwarna putih berukuran 20×50 M.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dalam benner berwarna putih Mbah Marzuki menulis empat kata berisikan ajakan “Ayo Taubat Sebelum Sekarat” begitu bunyi benner berwarna putih.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Di benner berikutnya, Mbah Marzuki menulis kata, tentang manfaat ibadah sholat. “Ahli Sholat Sehat Bahagia”

Kepada rajawarta, Mbah Marzuki mengaku bahwa dirinya salah satu pengurus Masjid Agung Surabaya (MAS). Selain jadi pengurus Mbah Marzuki juga mengaku memiliki aktivitas lain di MAS sebagai penyiar radio.

“Saya pengurus di Masjid Agung. Penyiar radio, ya pengurus,” jelas Mbah Marzuki (15/12/2019).

Menurut Mbah Marzuki, sebagai penyiar radio dalam setiap harinya punya dua tugas dalam sehari. “Iya setiap hari, subuh magrib, subuh magrib,” jelasnya.

Dia menjelaskan, setiap on air, meteri yang dibawakan Mbah Marzuki tentang kajian-kajian Islam. “Penyiar kalau ada kajian-kajian,” cetusnya.

Ikuti Rutinitas Mbah Marzuki dalam video di bawah ini :