RAJAWARTA : Menjelang Pilwali surabaya yang rencananya akan digelar 9 Desember 2020, mesin politik Partai mulai distarter. Beberapa banner mulai bermunculan di tengah masyarakat.

Dari hasil pengamatan media ini, banner Arief Fathoni diperkirakan mengalahkan jumlah banner dari bacakada lainnya. Untuk mengetahui berapa jumlah banner Arif Fathoni yang dijadikan Partai Golkar sebagai Bakal Calon Wakil Walikota (Bacawawali) Kota Surabaya, rajawarta menemui Akmarawiita Kadir, Wakil Kedua DPD Partai Golkar Surabaya.

Berdasarkan pengamatan rajawarta di lapangan, beberapa Banner dari bakal calon walikota (Bacakada)) yang mulai memenuhi tempat-tempat strategis, diantara Machfud Arifin, Eri Cahyadi, politisi muda asal partai Golkar Arief Fathoni juga mulai bertebaran di beberapa sudut jalan.

Kepada rajawarta pria yang akrab disapa Dokter ini menjelaskan, bahwa jumlah Banner Arif Fathoni diperkirakan 50 sampai 60 banner. “Iya, kurang lebih 50 sampai 60 banner,” ucap dokter Akma, Senin (6/7/2020).

Ada hal yang menarik dari banner Arief Fathoni. Apa itu? Hal menarik itu adalah, konten Banner Arif Fathoni sangat berbeda jauh dengan para Bacakada yang lain. Sebut saja Machfud Arifin dan Eri Cahyadi. Konten Banner keduanya mengenalkan diri sebagai bacakada. Namun, banner Arif Fathoni sama sekali tidak ‘mengaltarkan’ konten sebagai bacawawali.

Banner Arief Fathoni ini menuai apresiasi dari beberapa warga kota Surabaya yang berhasil ditemui rajawarta. Setelah melihat isi konten dari banner Arief Fathoni, mereka langsung memgapresiasi. “Orangnya kelihatan muda, tapi dia sangat paham aturan main,” ujar Ricky Maulana, Warga Tenggumung Baru Selatan ini.

Apresiasi lain datang dari Jaka Samudra, Warga Kebraon. Karyawan salah satu toko modern ini mengungkapkan, kalau melihat dari isi kontennya menunjukkan bahwa Arief Farhoni mampu menyembunyikan keinginannya. “Coba lihat yang lain kan mereka mengenalkan diri sebagai calon. Tapi dia (Arief Fathoni) tidak. Itu cara cerdas,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, isi konten Arief Fathoni berisikan ajakan warga Surabaya untuk tertib menerapkan protokol kesehatan. “Ayo Jaga Kesehatan, cuci tangan, jaga Jarak, dan pakai masker”