RADJAWARTA : Sebanyak 1000 KK dari kelompok Usaha di Kabupaten Pasuruan mendapat bantuan modal dari Kementerian Sosial. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi penerima bantuan.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Gunawan Wicaksono, PLT Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan membenarkan kabar baik tersebut. Dia pun menjelaskan, bantuan modal usaha ini adalah untuk mengembangkan usaha untuk warga miskin, khususnya masyarakat penerima bantuan Bantuan Program Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Lumayan banyak, karena jumlahnya mencapai 1000 kk atau terbagi 100 kelompok usaha. Untuk kelompok usaha sementara dikhususkan di Grati dan Lekok,” terangnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Gunawan mengungkapkan bantuan ini merupakan bagian dari program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Dan modal usaha yang diberikan lebih banyak dari usulan awal sebanyak 700 kk menjadi 1000 kk yang bakal diberikan modal usaha. Untuk bantuan modal nantinya akan didampingi oleh Pendamping KUBE. Per kelompok nantinya bisa mendapatkan kurang lebih Rp 20 juta untuk modal usaha.

“Bantuan modal ini adalah salah satu cara agar penerima bantuan bisa memiliki usaha mandiri dan kedepan bisa terangkat dari kemiskinan sehingga jika maju tidak memerlukan bantuan dari pemerintah lagi,” tandas dia kepada Suara Pasuruan.

Gunawan menegaskan, pemberian bantuan ini berdasarkan kelompok, agar usaha yang dibentuk lebih kuat dan lebih dipercaya. Untuk pemberian modal usaha ini dipastikan adalah penerima BPNT atau PKH. Nantinya akan dibentuk 10 orang menjadi 1 kelompok dan membuat usaha bersama.

Sedangkan bantuan usaha sendiri sebelumnya pernah diberikan oleh Kemensos dimana tahun 2017 ada 3 kelompok yang mendapatkan program usaha mandiri. Dikatakan masing-masing mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 5 juta. Dari bantuan tersebut, diberikan kepada kelompok usaha sesuai dengan kebutuhan modal mereka seperti untuk membeli bahan baku kerang, benang rajutan dan layang-layang.

“Sedagkan tahun ini tetap akan melihat potensi dan minat dari kelompok usaha sebagai modal usaha. Targetnya bulan Mei mendatang sudah ada pendampingan untuk pembentukan kelompok usaha dan pemberian modal usaha,” jelasnya. (hms/emil)