RAJAWARTA : Memperingati Hari Santri dan Sumpah Pemuda tahun 2019, Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin, Istana Aloha, Wage, Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan CANGKRUKAN SANTRI. Kegiatan yang diisi dengan diskusi bertema: Santri Membangun Negeri menghadirkan sejumlah narasumber dari beberapa profesi atau latar belakang, mulai dari praktisi media, akademisi, profesional, pengasuh pesantren dan santri enterpreneur.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Kegiatan ini berlangsung pada, Minggu 27 Oktober mulai dari pukul 19.00 Wib bertempat di pelataran Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin, ISTANA ALOHA, Jl. Jeruk, desa Wage, Taman, Sidoarjo,” M Khoirul Rijal, Direktur Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dikatakannya, sengaja kegiatan diskusi dikemas dengan konsep “Cangkrukan” agar diskusi terkesan lebih santai. Harapannya, potensi-potensi keunggulan yang dimiliki santri dapat tumbuh dan berkembang maksimal untuk membangun negeri yang lebih baik.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Forum diskusi informal seperti ini perlu untuk sering digalakkan dan diselenggarakan, agar tidak terjadi kebuntuan komunikasi di masyarakat.

Selama ini ada anggapan sering, terjadi kebuntuan komunikasi antar masyarakat, karena kita jarang sekali duduk bersama. Salah satu buktinya kita kadang kita tidak pernah tau, jika salah satu tetangga atau warga disekeliling kita telah terpapar radikalisme. “Mungkin karena kurang ngopi bareng, akhirnya kurang ngolah pikir,” terangnya.

Rijal menerangkan, Cangkrukan Santri ini terbuka untuk umum. Semua elemen pemuda bisa hadir dan ikut berdiskusi pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan dan membuka wacana dan paradigma, bahwa santri memiliki potensi yang unggul. “Potensi keunggulan santri tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Harus digali lebih optimal, karena Bumi Pertiwi telah memanggil,” katanya.

Peserta yang datang pada kegiatan ini diharapkan mengenakan identitas santri, yakni dengan memakai sarung atau pakaian muslim muslimahmah.

Kegiatan Cangkrukan Santri akan dihibur oleh Kentrung Panji Sholawat dari Sidoarjo pimpinan Ki Toro dan ditutup dengan makan bersama, yakni puraan nasi terong gosong.