RAJJAWARTA : Kinerja Pemkot Surabaya dikeluhkan oleh jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Se-Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Bappeko dalam hal ini perpanjangan tangan Pemkot disambati minimnya komunikasi dengan LKMK.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Jumat siang (18/10/2019), Dialog antar kedua belah pihak digelar. “Selama ini kami tidak pernah dilibatkan dalam setiap program yang ada. Padahal, kalau terjadi masalah, kami ini yang ditabrak oleh masyarakat. Kami mohon agar kami ini dilibatkan,” ujar salah satu LPMK yang hadir di acara itu.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Tidak hanya itu, pemberitahuan melalui surat menyurat, LPMK kerap ditinggal.”Sering yang diundang hanya RT atau RW,” imbuhnya.

Permasalahan Dana Kelurahan juga menjadi salah satu keluhan dari mereka. Sebagian besar tidak mengerti teknis di lapangan. Mereka khawatir nantinya hanya cukup dimintai persetujuan atau tanda tangan.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi mengaku siap memberikan solusi. “Untuk yang dana kelurahan, nanti setelah 2020 akan jelas semua begitu penganggarannya tuntas,” ujarnya.

“Kalau untuk yang komunikasi tadi, ke depannya akan lebih sering kami lakukan kegiatan cangkrukan ini. Memang sebelumnya kurang. Jadi akan kita perbaiki,” pungkas pejabat Pemkot yang santer dikabarkan maju Pilwali Surabaya bersama Armuji ini.(tea)