RADJAWARTA :  Untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme personel Cawak 80 meter dalam menjalankan tugasnya, Bakamla menggelar latihan pemadaman Kebakaran (PEK) di Batam kemarin. Latihan ini diikuti 105 pesonel Cawak KN Pulau Nipah 321, Pulau Marore 322 dan KN Pulau Dana 323.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Pra peserta latihan ini mendapatkan pelatihan dari instruktur Kolat Koarmada I yang ahli dibidangnya. Pelaksanaan latihan dimulai dengan penyampaian teori oleh Komando Latihan (Kolat) Koarmada I Mayor Laut (P) Provide Ariantoko terkait klasifikasi kebakaran, pengenalan alat-alat kebakaran di kapal serta cara penggunaannya, kemudian diteruskan praktek tentang cara pemadaman kebakaran.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Sebagai contoh tim penyerang pertama adalah satu cawak kapal dengan menggunakan baju tahan api aluminized suit dan alat pemadam ringan (APAR), tim penyerang dua dengan dua cawak menggunakan baju tahan api aluminized suit dan dua alat pemadam ringan (APAR) dan tim penyerang ketiga dengan enam cawak menggunakan hydrant dalam penanganan kebakaran,” terang Mayor Ariantoko.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Lebih lanjut, Mayor Ariantoko menjelaskan tiga cara pemadaman kebakaran di atas kapal. Pertama, cara penguraian yaitu memadamkan dengan memisahkan atau menjauhkan bahan/benda yang dapat terbakar. Kedua, cara pendinginan yaitu memadamkan kebakaran dengan menurunkan panas atau suhu, bahan air melalui hydrant yang paling cocok. Ketiga, cara isolasi yaitu pemadaman kebakaran dengan mengurangi kadar O2 pada benda-benda yang terbakar, bisa menggunakan APAR.

“Latihan pemadaman kebakaran diatas kapal akan menjadikan awak kapal lebih profesional, tangguh dan sigap dalam melaksanakan tugasnya masing-masing dalam mengatasi situasi kebakaran,” kata Mayor Ariantoko.

Selanjutnya, para cawak kapal melaksanakan praktek teknik pemadaman kebakaran menggunakan hydrant. (sbr/bkl)