RAJAWARTA : Sebagian walimurid Sekolah Swasta Kota Surabaya berharap Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama Pandemi Covid-19 digratiskan. Aspirasi walimurid sekolah Swasta tersebut mendapat dukungan dari Dr. Akmarawita Kadir, Sekretaris Komisi D DPRD Yos Sudarso, Kota Surabaya.

Ditemui di ruang Rapat Komisi DPRD Yos Sudarso politisi Partai Golkar ini mengaku sepakat dengan Asa Walimurid yang menginginkan selama Pandemi Covid-19, pembayaran SPP sekolah digratiskan.

Silakan simak video menarik berikut ini: Keluarga Pasien akan Menggugat Rumah Sakit RKZ Surabaya

“Padahal semua kondisinya terdampak, jadi nanti kita akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya bahwa swasta ini minimal ada penghitungan kembali agar para warga ini sebisa mungkin kalau bisa gratis sama seperti sekolah Negeri,” ujar Akma menaruh Asa (17/4/20).

Silahkan Simak Video : LKPJ Walikota Dikoreksi Legislator Surabaya

Akma tidak hanya meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya menggratiskan SPP sekolah swasta. Tapi Akma juga menyumbangkan buah pikirnya jika Dinas Pendidikan jadi menggratiskan SPP bagi sekolah Swasta tidak mengganggu gaji Guru.

Untuk mengantisipasi terganggunya gaji Guru, menurut Akma, sekolah swasta bisa mengalihkan anggaran Subsidi dari Pemerintah, baik dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Daerah ke biaya operasional sekolah (gaji guru).

“Bisa diambil dari dana-dana seperti dana BOS, dana Bopda yang Nasional dari BOS juga. Nah itu bisa dialihkan untuk fokus ke biaya-biaya administrasi misalnya gaji guru dan kebutuhan sekolah lainnya,” ujar Akma.

Dukungan Akma untuk menggratiskan SPP sekolah swasta ini cukup mendasar. Karena selama libur sekolah secara otomatis operasional sekolah jadi berkurang alias terhenti.

“Dan, juga kalau dilihat dari belajar di rumah (selama libur sekolah) operasional sekolah tentunya akan minimal. Jadi ini masuk akallah kalau kita dorong agar sekolah swasta diperlakukan sama dengan sekolah negeri,” tukasnya.

Uang SPP itu ungkap Akma akan bermanfaat bagi walimurid untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Sehingga pembiayaan warga yang harusnya membayar SPP bisa dialihkan membeli sembako ditempatnya masing-masing,” pungkasnya.

Silahkan simak pernyataan lengkap Dr. Akmarawita Kadir yang tervisual dalam video di bawah ini :