RAJAWARTA : “Tidak ada alasan untuk tidak tunduk kepada SK DPP PDIP,” jawab Saleh Mukadar politisi senior PDIP kota Surabaya ketika dimintai tanggapannya terkait gaduh Konfercab DPC PDIP yang berlangsung di Empire Hotel Jalan Embong Malang Surabaya (07/07/2019).

Kenapa harus tunduk kepada SK DPP PDIP? karena menurut Saleh, bahwa sesungguhnya partai itu adalah DPP. “Harus tunduk karena partai itu satu. Partai itu ada di DPP,” ujar Saleh Mukadar (11/7/2019).

Terkait dengan penunjukaan Adi Sutarwiyono oleh DPP PDIP di acara konfercab DPC PDIP, Saleh menilai bahwa keputusan DPP PDIP tersebut sudah melalui proses panjang. “Lo, mekanisme yang di bawah kan diikuti juga oleh DPP oleh DPD,” cetusnya.

Terkait dengan konfercab PDC PDIP Surabaya yang menunjuk Adi sebagai ketua DPC menurutnya, mirip dengan yang terjadi pada tahun 2010 yang meminpa Saleh Mukadar.

Kala itu lanjutnya, secara aklamasi dirinya terpilih di DPC PDIP sebagai calon Walikota Surabaya. Namun, rekomendasi DPP diberikan kepada Tri Rismaharini or Risma. “Tahun 2010 DPC PDIP Surabaya secara aklamasi mencalonkan saya sebagai calon walikota Surabaya. Nah, tanpa melalui mekanisme dari bawah tiba-tiba turun SK DPP rekomendasinya dikasih ke Risma. Saya langsung tunduk taat dan langsung turun ke bawah untuk memenangkan Risma,” ujar Saleh berkisah.

Melihat keputusan yang tidak sesuai harapan, Saleh mengaku kecewa karena upayanya selama dua tahun untuk menjadi calon walikota sia-sia setelah DPP memberikan rekomendasinya kepada Risma. “Kecewa saya, tapi saya harus tunduk kepada keputusan DPP. Dan, saya mengumpulkan semua PAC dan ranting di Taman Apsari untuk meyakinkan mereka supaya tunduk kepada keputusan DPP. Ini yang benar, gitu loh,” tukasnya.

Begitu juga dengan hasil Konfercab DPC PDIP Surabaya. Menurutnya Seluruh PAC harus tunduk kepada keputusan DPP. “Ya sama. Konfercab itu kan ada aturannya gitu loh. Jadi tidak ada alasan untuk tidak patuh,” pungkasnya.