RAJAWARTA : Walikota Surabaya dipastikan harus bekerja lebih keras lagi. Pasalnya, banyak kebutuhan warga yang menjadi tanggung jawab Pemerintah belum terjangkau oleh Pemerintah Kota Surabaya (PEMKOS).

Hal tersebut, terlihat dari reses anggota DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya Hari Santoso di Bendul Merisi Jaya Selatan 6F/B Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo.

Suasana reses Hari Santoso dengan Warga Bendul Merisi

Di sesi tanya-jawab, ada beberapa warga yang mengajukan pertanyataan atau permohonan ke Hari Santosi, politisi Partai Nasdem Kota Surabaya. Salah satunya adalah Andi Susanto (62).

Andi mengajukan pertanyataan tentang sosialisasi vaksinasi Pemerintah yang belum menjangkau ke semua warga. Berikutnya Andi meminta Hari Santoso untuk memperjuangkan lapangan olahraga untuk warga.

Hari santoso dan Bapak-Bapak warga Bendul Merisi Foto Bersama

Penanya berikutnya adalah, Mistin (31), anggota Jamaah Miftahul Khoirot. Dia meminta bantuan seragam pengajian. Disusul dengan permintaan berikutnya, yakni bantuan donasi wisata ke Wakil Rakyat di DPRD Yos Sudarso.

Warga berikutnya yang mengaku bernama Mukit (55) juga ikut menyampaikan aspirasi. Wanita berjilbab itu meminta bantuan Hari Santoso yang juga anggota Komisi D DPRD Yos Sudarso untuk memperjuangkan program bedah rumah Pemkos yang belum menyentuh warga setempat.

Ibu-ibu warga Bendul Merisi ikut foto bersama dengan Hari Santoso

Menanggapi permintaan bantuan dari beberapa warga yang mengikuti gelaran reses. Hari Santoso mengaku siap untuk memperjuangkan aspirasi warga hingga terealisasi. “Sebagai wakil rakyat tentu kami harus memperjuangkannya,” cetus Hari saat dimintai tanggapan oleh media ini (21/10/2021).

Namun ungkap Hari, warga harus bersabar menunggu buah perjuangannya. Sebab, selain tahun ini Surabaya didera Pandemi, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui agar aspirasi-aspirasi yang disampaikan warga bisa masuk ke slot anggaran APBD.

“Contohnya tadi yang sampaikan Ibu Mistin. Beliau meminta bantuan seragam jamaah pengajian Miftahul Khoirot. Insyaalah bisa kami penuhi, tapi tidak bisa terealisasi tahun ini, tapi tahun depan. Kenapa? Karena harus kami perjuangkan lebih dulu di Komisi,” ujarnya.

Begitu juga dengan aspirasi yang disampaikan Andi Susanto yang meminta fasilitas olahraga untuk warga, dan sosialisasi vaksin yang belum merata ke semua warga.

“Untuk sosialisasi vaksin, tentu kami bisa menindaklanjutinya. Sebab program ini sudah dan sedang berjalan. Besok akan saya hubungi Puskesmas untuk sosialiasi vaksinasi di sini,” tukas Hari pemilik cafe sudut kota.

Namun lanjut Hari, terkait dengan sarana olaharaga. Dirinya tidak bisa memastikannya. Sebab, terealisasi atau tidaknya usulan itu tergantung pada ketersediaan lahan.

“Kalau sarana olahraga tergantung apakah warga punya aset. Kalau tidak punya, kami mohon maaf. Yang bisa bantu, bantuan sekedarnya. Misalnya meja pimpong agar warga tetap bisa olahraga,” tambahnya.

Terkait dengan usulan dari salah satu anggota jamaah Miftahul Khoirot yang meminta bantuan seragam pengajian. Tentu hal ini masih membutuhkan waktu atau proses. “Saya tidak mau disebut Pemberi Harapan Palsu (PHP). untuk seragam yang ibu minta tidak bisa tahun ini ya, tapi insyaallah tahun depan,” jelasnya, seraya diamini oleh Mistin dan warga lainnya.

Yang menarik ungkap Hari, permintaan yang disampaikan Mukit salah satu warga yang menginginkan program bedah rumah bisa menyentuh warga Bendul Merisi.

“Tadi Ibu Mukit meminta kami untuk memperjuangkan bedah rumah milik dua warga. Dimana dua rumah milik warga sudah diusulkan sejak lama, namun hingga saat ini belum terealisasi, karena terkait dengan status tanah,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat tegas Hari, apapun yang disampaikan warga harus diperjuangkan. Karena hal itu merupakan tanggung jawab yang melekat pada dirinya.

“Namun seperti yang saya sampaikan tadi. Saya tidak mau disebut PHP. Jadi, yang bisa, saya sampaikan bisa, dan yang tidak bisa tentu kami harus jujur menyampaikannya ke warga,” pungkasnya.

Diminta penjelasan tentang vaksin… Bapak Andi

MEminta fasilitas SD/SMP olahraga agar dipakai warga unntuk digunakan untuk warga..

RT 06/RW 12 BENDUL MERISI

Ibu Mistin… jamaah miftahul khoirot meminta seragam pengajian

KUnjungan wisata, ibu² bisakah mengajukan donasi ke DPRD.

Siap memfasilitasi, bis dan sopir dll.

Print Friendly, PDF & Email