RAJAWARTA : Pemerintah Kota Surabaya (PEMKOS) terus mengebut perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo demi mempersiapkan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Kali ini, rumput GBT mulai dikupas untuk diganti sesuai standart FIFA.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kabid Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian, mengatakan mulai beberapa hari lalu rumput di Stadion GBT sudah mulai dikupas. Sebab, sekitar 10 hari lagi rumput yang sesuai dengan standart FIFA itu akan segera tiba di GBT.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“10 hari lagi rumput akan didatangkan dari Tangerang untuk ditanam di GBT. Ini rumput lokal yang sudah diakui internasional dan sudah standart FIFA,” kata Iman saat memantau pengupasan rumput GBT, Jumat (7/8/2020).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Menurut Iman, pengupasan rumput menggunakan mesin itu dilakukan hingga ke akar-akarnya, sehingga rumput itu tidak rusak dan bisa langsung dipindahkan. Rencananya, bekas rumput di lapangan GBT itu akan diletakkan di pinggir lapangan. “Jadi, nanti tanahnya kita pindahkan dan rumputnya juga kita pindahkan ke pinggir lapangan yang dulunya paving,” kata dia.

Sembari melakukan pengupasan, ia mengaku juga langsung mengecek drainase di lapangan. Apabila ditemukan ada yang tidak berfungsi, maka akan langsung diperbaiki. “Namun, sampai saat ini kita belum menemukan ada drainase yang tidak berfungsi, tapi kita cek terus,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengupasan dan pengecekan drainase, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam untuk menanam rumput yang baru didatangkan. Penanaman rumput itu sekitar 1,5 bulan sama dengan penanaman rumput di Stadion Gelora 10 November. Kemudian, 2 bulan berikutnya untuk perawatan dan adaptasi rumput untuk bisa tumbuh.

“Jadi, kira-kira butuh 3,5 sampai 4 bulan ke depan rumput ini ditanam hingga bisa digunakan. Ya kira-kira Desember sudah bisa dipakai lagi,” tegasnya.

Iman juga memastikan bahwa nantinya akan ada morfologi tes atau uji lab dari Institute Pertanian Bogor (IPB) tentang kejelasan rumput tersebut. Nantinya, IPB ini akan memastikan apakah vegetasi rumput itu sudah benar standart FIFA atau tidak. “Nah, jika hasil tesnya nanti tidak sesuai standart FIFA, maka kita tidak akan bayar. Kami juga akan minta pihak ketiga untuk mengganti rumput tersebut,” ujarnya.

Selain perbaikan rumput, Iman juga menjelaskan bahwa terus melakukan beberapa perbaikan di Stadion GBT, seperti pengupasan cat lama dan diganti dengan cat baru, khususnya di tribun penonton. Sebab, sesuai rencana single site di tribun itu akan datang sekitar pertengahan Agustus ini.

“Kita juga terus memasang lampu lapangan, hingga saat ini sudah ada sekitar 36 lampu yang sudah terpasang dari 244 lampu yang akan dipasang di sana,” imbuhnya.

Di samping itu, ia juga memastikan terus mengebut perbaikan beberapa ruangan yang direkomendasikan oleh FIFA. Apalagi, beberapa waktu lalu sudah disurvie langsung oleh PSSI, sehingga perbaikan itu akan semakin memudahkan pemkot dalam menggarap Stadion GBT itu. “Jadi, semuanya on pregres, terus kita garap,” pungkasnya. (*)