suara

RAJAWARTA : Andi Arief, Politisi gaek yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Partai Demokrat dibuat meradang oleh pemberitaan media Kompas dengan Judul “SBY Punya Munir, Jokowi Punya Novel Baswedan yang Jadi Ujian Sejarah”

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Andi layak meradang karena menurutnya pemberitaan media Kompas yang tayang pada tanggal 19 Oktober 2019 itu sangat tidak jujur alias berita bohong atau hoax.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Oleh karena itu, politisi yang pernah tersandung kasus narkoba yang kemudian berujung dengan rehabilitasi ini mempertanyakan tayangnya berita yang menurut Andi merupakan berita bohong.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Saya mempertanyakan reporter Kompas dan redaktur yang membuat berita bohong ini bisa lolos jadi berita,” ujarnya (20/10).

Tudingan Andi Arief kepada Kompas yang memuat berita bohong ini dia pertanggungjawabkan lewat tulisannya di media sosial (medsos).

Bahkan Andi Arief juga mempertanyakan kualitas media massa, khususnya Kompas dalam menayangkan sebuah berita.

“Apakah sedemikian menurut kualitas Pers kita saat ini sehingga contong Usman Hamid yang salah bisa menipu redaksi,” pungkas Andi.