RAJAWARTA : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Surabaya menegaskan memantau langsung SPBU BP AKR yang bersebelahan dengan Gedung RRI, di Jalan Pemuda, dimana sebalumnya Disidak Komisi A DPRD Yos Sudarso karena dianggap membahayakan obyek vital (Obvit).

Hal tersebut disampaikan Ali Murtadlo, Kabid Perijinan DLH Pemkot Surabaya. Menurutnya pihaknya akan memastikan peruntukan perijinan serta keamanan SPBU BP-AKR sudah sesuai dengan ijin yang dikeluarkan oleh pemkot sekaligus menepis tudingan tersebut.

Silakan simak video menarik berikut ini: Keluarga Pasien akan Menggugat Rumah Sakit RKZ Surabaya

Dia menjelaskan, selama itu keamanan sesuai tidak apa apa, apalagi ini produk luar pasti safty nya lebih bagus. “Kan bermula dari rencana kota semua perijinan berasal dari rencana kota termasuk ijin lingkungan. Dan yang paling penting adalah perencanaan kotanya, tidak boleh melanggar dari tata ruang,” terang Ali saat ditemui dilokasi SPBU BP-AKR, Rabu (9/10/2019).

Silahkan Simak Video : LKPJ Walikota Dikoreksi Legislator Surabaya

Pria yang tinggal di Kawasan Perak Surabaya ini mengungkapkan wilayah tersebut peruntukan perdagangan dan jasa (Perjas) dan sudah sesuai peruntukannya, dibuat pom bensin bisa dan dibuat untuk lain lain juga bisa.

“Ketika dibuat Pom Bensin keamanan dipertanyakan semuanya, dan tidak satu ini AKR yang baru di Surabaya. Dan sudah ada beberapa kawasan di Surabaya, termasuk di kawasan rumah pakde Karwo  Kertajaya Indah, Gubeng, Pemuda dan Darmo Permai,” ungkapnya.

Bahkan Ali mengaku DLH sudah menanyakan ke tenaga ahli pengamanan cukup bagus dan ada teknologinya. “Nggak usah takut. Mana berita berita meledak itu?,” cetusnya.

“Semua ada resiko, SOP juga ada, semua penataan bangunannya. Jadi penataan bangunan direncana kota sudah diatur mengenai GS (Garis Sempadan). Jarak aman dan yang harus di perhatikan antara bangunan akhir, sama dengan bangunan perbatasan pagar itu berapa meter dan belakang berapa meter semua ada dan SOP keamanan semua ada,” paparnya.

Irvan Wahyu Drajat Kadishub kota Surabaya kepada pewarta mengatakan, itu sudah ada kajian dengan kepolisian dan tim amdalalin, jadi itu sudah melalui kajian. “Selama ini tidak ada SPBU yang menyebabkan mengakibatkan kemacetan di Surabaya, apa ngak SPBU di Surabaya yang bikin macet,” tanya Irvan.

Disinggung kemacetan yang terjadi di depan SPBU, Irvan menegaskan, itu bukan macet, cuma masalahnya ada bangunan bersejarah di daerah itu. “Lebih jelasnya, coba sampean tanya kebagian lingkungan DLH Surabaya, karena itu domainnya,” terang Irvan.

Di waktu sama saat media ini konfirmasi masalah teraebut Wisnu selaku kepanjangan tangan dari owner SPBU BP AKR melalui WA, yang bersangkutan tidak bersedia menjawab dan menolak dengan halus dengan dalih bukan kewenangannya. “Bukan bagian saya untuk menjelaskan hal tersebut, saya minta maaf sebelumnya,” ucapnya.

Perlu diketahui, untuk saat BP-AKR mengembangkan bisnisnya berupa SPBU di empat lokasi di Surabaya diantaranya, Kertajaya Indah, Gubeng, Pemuda da Darmo Permai. (pan)