RAJAWARTA : Memasuki 10 hari kerja pasca dilantik 24 Agustus 2019, anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 langsung bekerja. Selain sudah membentuk fraksi dan disahkan dalam rapat paripurna (2/9), hari suluruh pimpinan fraksi yang jumlahnya ada 8 fraksi menggelar pertemuan untuk membahas tata tertib (tatib) DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso nomor 18-22.

Mahmud, salah satu politisi Partai Demokrat dari fraksi Demokrat-Nasdem ditemui sejumlah wartawan mengungkapkan, dalam pertemuan hari ini merupakan pertemuan awal untuk membahas tatib Dewan Yos Sudarso.

“Dalam pertemuan itu para pimpinan fraksi menerima draft tatib periode 2014-2019,” tuturnya (3/9).

Menurut Mahmud, rapat hari ini akan dilanjut besok (4/9). Dalam rapat besok akan membahas draft tatib yang diterima hari ini. “Setelah kita terima draft tatib ini, masing-masing fraksi akan membahas tatib tersebut. Besok akan kita floorkan. Hari ini kita minta masukan-masukan dan kita bahas pasal demi pasal. Besok kita bahas bersama dengan pimpinan-pimpinan fraksi,” jelasnya.

Mahmud optimis bahwa pembahasan tatib besok akan berjalan lancar asal semua fraksi berpijak pada aturan. “Menurur saya sekilas tidak ada hal yang prinsip asal kita semua mau menerapkan aturan pemerintah yang mengatur tatib,” jelasnya.

Namun menurut Mahmud dalam tatib 2018 yang diterima semua fraksi ada yang perlu disempurnakan. “Kalau menurut saya ada yang perlu disempurnakan dan ini memang sudah ada ditatib yaitu anggota banggar dan bamus separuh-seperuh, Yaitu 25/25,” ujarnya.

Hal tersebut bercermin pada pembahasan tatib tahun lalu di pemerintah provinsi Jawa Timur. “Kemarin pemerintah provinsi pada pembahasan tatib mengembalikan seperti itu mestinya. Jadi ya seperuh-separuh idealnya.,” jelas Wakil Ketua fraksi Demokrat-Nasdem.