METRO  

Latih Daya Kritis Mahasiswa Baru, United FISIP Orientation (UFO 2023) Gelar Simulasi Aksi RUU Desa


Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau Fisip Unair melakukan unjuk rasa memprotes rancang revisi Undang-undang nomor 6 tahun 2014 yang membahas tentang desa. Pasalnya, dalam revisi undang-undang tersebut, mahasiswa Fisip Unair menganggap bahwa wacana revisi tersebut sarat akan muatan politis dan menjadi ‘lahan basah’ korupsi.

Sebelumnya, terdapat beberapa poin yang disoroti dalam aksi demo tersebut, yakni periode jabatan Kepala Desa yang semakin panjang dan peningkatan anggaran dana desa yang signifikan. Namun demikian, aksi tersebut merupakan bagian acara dari UFO atau United Fisip Orientation yang merupakan acara ospek Fisip Unair.

Selama beberapa tahun penyelenggaraan UFO, panitia yang bertugas selalu menghadirkan isu aktual yang nantinya akan dikritisi oleh mahasiswa baru Fisip Unair. Setelah menggunakan Omnibus Law pada UFO edisi lalu, pada edisi kali ini UFO mengangkat isu revisi Undang-undang nomor 6 tahun 2014 atau yang sering juga disebut dengan RUU Desa.

Saat ditanya mengenai pengangkatan RUU Desa sebagai tema besar pelaksanaan UFO edisi 2023, Happy Putra selaku Ketua Pelaksana UFO Fisip Unair menyebut bahwa hal tersebut didasarkan atas keresahan masyarakat desa. Lebih lanjut, Happy menjelaskan bahwa RUU Desa yang saat ini telah masuk dalam prolegnas tidak berdampak secara nyata bagi masyarakat desa.

“Pengangkatan RUU Desa sebagai tema besar UFO 2023 merupakan hasil dari keresahan bersama yang dimiliki oleh masyarakat desa. Pasalnya, dari berbagai masyarakat desa yang kami temui, hal tersebut tidak berdampak secara langsung bagi mereka,” ujar Happy.

Aksi Demonstrasi
Sebelum dilakukan simulasi aksi demo yang merupakan acara puncak dari UFO, mahasiswa baru melalui mata acara yang tersedia di UFO dibekali oleh pengetahuan mengenai RUU Desa. Salah satunya yakni melalui mata acara “Analisis Sosial”, yang turut menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai elemen seperti API atau Aliansi Petani Indonesia, KontraS, dan dari pihak mahasiswa Fisip.

Dalam mata acara tersebut, mahasiswa baru yang dibagi dalam beberapa kelompok mendapatkan kesempatan untuk melakukan interaksi langsung dengan pihak yang memiliki pengetahuan terhadap RUU Desa. Setelah mata acara “Analisis Sosial”, mahasiswa baru juga melakukan simulasi audiensi dengan pemerintah yang diperankan oleh panitia UFO Fisip Unair.

Selama melakukan simulasi audiensi, mahasiswa baru akan merasakan pengalaman riil ketika melakukan audiensi dengan pemerintah ketika dalam aksi demonstrasi. Mata acara simulasi audiensi tersebut juga turut menyulut emosi mahasiswa baru untuk melakukan aksi demonstrasi.

Simulasi aksi demonstrasi yang merupakan ciri khas dari ospek UFO Fisip Unair diadakan dengan rute mengelilingi bagian dalam Kampus B Unair. Dalam perjalanannya untuk mencapai titik aksi, mahasiswa baru yang membentuk barisan pun nantinya akan mendapat gangguan dari panitia berupa perebutan poster aksi.

Dalam simulasi aksi demonstrasi tersebut, mahasiswa baru pun tidak datang dengan kosong, melainkan dengan tuntutan yang telah dibuat sebelum simulasi aksi demonstrasi. Berikut tuntutan yang dibawakan oleh mahasiswa baru dalam simulasi aksi demonstrasi UFO Fisip Unair.

  1. Putuskan Dinamika Politik
  2. Transparansi AD/ART Rancangan Khusus Selama Masa Jabat
  3. Ikut Sertakan Suara Masyarakat dalam Agenda Politik
  4. Hapuskan Politik Overpower

Simulasi aksi yang menjadi puncak acara UFO pun mendapatkan beragam testimoni dari mahasiswa, salah satunya yakni Naufal Dzakwan, yang merupakan mahasiswa baru Fisip Unair program studi Hubungan Internasional. Menurut Naufal, serangkaian UFO yang dilalui selama 3 hari membuat dirinya menjadi bangga sebagai mahasiswa Fisip Unair.

“Jujur, UFO itu beneran buka mata yang awalnya meremehkan Fisip di Unair, setelah melewati rangkaian UFO, aku ga pernah sebangga ini menjadi mahasiswa Unair terutama Fisip,” ujar Naufal.