Oleh : Prapala (Prapanca Pecinta Alam) Stikosa-AWS

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Surabaya – Memperingati serangkaian Dies Natalis Stikosa-AWS yang ke 55 tahun, Prapala Stikosa-AWS mengadakan Kelas Inspirasi dan Peluncuran Buku “Indonesia Menjejak Everest” oleh Clara Sumarwati.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Clara adalah pendaki wanita pertama asal Indonesia di Asia Tenggara yang berhasil mendaki puncak Everest di ketinggian 8.848mdpl (meter di atas permukaan laut) pada tahun 1996.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Sejarah perjalanannya penuh lika-liku, pro dan kontra hingga pada akhirnya mampu menerbitkan sebuah buku.

Clara Sumarwati mendaki everest untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus tahun 1996.

Saat itu Clara Sumarwati berupaya semaksimal mungkin untuk mendapat sponsor dari Istana Negara dan setelah mendapat izin Ia menjalani latihan bersama KOPASUS.

Bersama tim Sherpa Nepal, Clara Sumarwati berhasil menjejak puncak everest tahun 1996.

Namun, Clara Sumarwati dibatasi atau tidak diperbolehkan bahkan diancam jika mempublikasikan prestasinya.

Pembatasan ini diyakini Clara Sumarwati sebagai upaya sabotase nama, sebab tahun 1997 tim kopapus dibawah pimpinan Asmujiono berencana melakukan ekspedisi ke gunung everest.

Menghadapi fakta bila namanya ditiadakan dari daftar nama pendaki gunung everest, Clara pun depresi dan mengalami gangguan jiwa sampai harus dirawat di RSJ Yogyakarta.

Hingga pada Oktober 2009 akhirnya berbagai tim menyelidiki kebenaran cerita Clara sampai menemukan bukti-bukti kuat yang menyatakan Clara adalah yang pertama mendaki puncak everest.

Sebenarnya pengakuan atas pencapaian Clara mendaki everst sudah diakui dunia. Nama dan tanggal pencapaiannya tercatat antara lain di buku-buku Everest karya Walt Unsworth (1999), Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner (1999) dan website EverestHistory.com, sebuah referensi andal akan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendakian gunung di dunia.

Kini setelah 23 tahun sejak pendakiannya di everest, Clara menulis semua kisah dan catatan perjalanannya yang berliku dalam sebuah buku berjudul “Indonesia Menjejak Everest”.

Buku ini sekaligus menjadi pembuka dokumen sejarah pendakian Clara Sumarwati yang sebelumnya berbentuk kepingan kliping berita dan berkas surat-surat yang teronggok dalam kardus.

Buku “Indonesia Menjejak Everest” menceritakan perjalanan Clara Sumarwati menuju puncak bumi di perbatasan Nepal dan China tersebut.

Clara Sukmawati berharap buku ini menjadi sejarah srikandi pertama Indonesia yang telah menjejak puncak Everst lewat jalur utara dan menjadi motivasi bagi pendaki-pendaki Indonesia lainnya.

Sementara bagi Prapala yang merupakan Organisasi Pecinta Alam sosok Clara Sukmawati penting dalam memberikan pengetahuan khususnya di bidang kegiatan alam bebas.

Mengingat kegiatan alam bebas bukan hanya milik organisasi pencinta alam saja, melainkan semua orang dari seluruh lapisan pun dapat melakukannya, maka diadakanlah Kelas Inspirasi dengan tujuan agar dapat saling bertukar pengalaman dan ilmu (edukasi) agar dapat mengembangkan pengetahuan berkegiatan di alam bebas yang ekstrim.

Acara ini akan digelar pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2019 di Ruang Multimedia, Kampus Stikosa-AWS pukul 10.00 WIB.

Alamat:
JL Nginden Intan Timur I No.18, Ngenden Jangkungan, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60118.

Contact Person:
Teresa Gabriella N.V: 082141969809
Bendo: Arman Dwi P.: 083867642249