RAJAWARTA : Kualitas dan mutu keramik di Pedestrian Kota Surabaya menjadi bahan koreksi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya, Drs Minun Latif Msi. Sebab, hingga saat ini masih banyak ditemukan di beberapa lokasi di Surabaya, keramiknya tidak bertahan lama (pecah-pecah).

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Oleh karena itu, anggota Komisi C DPRD Yos Sudarso, Kota Surabaya ini meminta warga Kota Pahlawan segera menyampaikan ke Pemkot Surabaya. “Ya, tentu disuarakan sehingga Pemkot Surabaya ngerti kalau bahan yang diapakai di trotoar itu kurang bagus. Kalau diangen-angen tok, tidak disampaikan, kan Pemkot tidak tahu,” ujarnya (19/11).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dalam dugaannya, Minun menilai banyaknya keramik-keramik yang pecah di berbagai tempat disebabkan oleh kesalahan pelaksana proyek, yakni kontraktor. Jika demikian, maka Pemkot Surabaya harus lebih selektif dalam bermitra dengan kontraktor.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Ya tentunya pelaksana dari trotoar itu sendiri, siapa? Ya kontraktornya,” cetusnya.

Siapa yang patut dipersalahkan? Mantan Camat ini tidak berani memastikan, karena untuk mengetahui siapa yang salah dalam proyek pedesterian diperlukan koreksi terhadap pemberi dan penerima proyek.

“Ya perlu dicroschek dulu. Kita kan belum tahu, bagaimana yang diinginkan Pemkot, terus bagaimana dengan kenyataan di lapangan. Kalau sekiranya nggak sama, berarti yang salah kan kontraktornya,” duganya.

Diakhir pandangannya, Minun meminta kepada kontraktor yang mengerjakan proyek Pedesterian segera mengganti keramik-keramik yang pecah. “Makanya harus diganti. Kontraktornya yang harus mengganti,” tegasnya.