RAJAWARTA : Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo menyatakan menolak keras terhadap ancaman aksi kerusuhan, yang akan mewarnai persidangan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) dalam Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo KH Maskhun, Selasa (11/6/2019) menegaskan, peristiwa 22 Mei di Jakarta lalu adalah pelajaran bagi kita semua, bagaimana aksi anarkis dan kerusuhan saat itu tentu sangat mengganggu ketentraman dan kedamaian Negeri tercinta.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Kerusuhan hanyalah tindakan yang sangat merugikan bangsa. Ketenangan, ketentraman dan kedamaian masyarakat pun terusik akibat aksi-aksi kerusuhan,” ujarnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Dengan demikian KH Maskhun Ketua PCNU Sidoarjo dengan tegas menolak aksi-aksi kerusuhan yang dapat menodai proses konstitusi di MK tersebut.

“Kita jangan mudah terprovokasi berita-berita hoax, fitnah, dan hasutan yang mengajak kita untuk berbuat rusuh. Semua pasrahkan kepada lembaga hukum tertinggi kita. Mari bijak dan ciptakan kedamaian, serta bersama tolak kerusuhan,” pesannya.

Dengan menolak kerusuhan dan berupaya menciptakan kedamaian, menurutnya Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentran, damai dan maju di kancah dunia.