UMUM  

Jelang Detik-Detik Peringatan Proklamasi, Rumah Warga Miskin di Surabaya Roboh

RAJAWARTA : Ketika warga lain merayakan Hari Kemerdekaan RI ke 78 Tahun, hal itu tidak berlaku bagi Keluarga Suhartati Warga Jalan Babadan 60 Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan.

Bagaimana tidak? Rumah yang dihuni Suhartatik dan suaminya, serta 4 orang anaknya, sekitar jam 9 pagi roboh atau ambrol. Beruntung dalam musibah itu tidak ada korban.

Di temui media ini, Suhartatik mengaku sedih, setelah melihat rumahnya roboh. Tidak hanya sedih, Suhartatik juga bingung, karena harus mencari uang untuk membenahi rumahnya yang roboh.

Dalam keterangannya, Suhartatik mengaku pernah beberapa kali mengajukan bedah rumah dan rutilahu. Namun sayang, pengajuannya ditolak dengan berbagai macam alasan. “Tahun lalu saya sudah mengajukan bedah rumah dan rutilahu. Tahun ini juga mengajukan Tapi, ditolak karena rumah saya di tepi sungai,” jelasnya (17/8/23).

Penolakan Bedah rumah dan Rutilahu milik Surhartatik direspon, Imam Syafi’i Wakil Rakyat DPRD Yos Sudarso Kota Sorbejeh. Menurutnya, ada beberapa alasan diantaranya, Suhartatik harus melakukan pecah sertifikat, karena rumahnya di tepi sungai (perlu pembenahan pelengsengan), dan seterusnya.

“Ini bukti lemahnya koordinasi lintas instansi di Pemkos. Masak rumah yang seharusnya mendapat rutilahu, tapi ditolak dengan berbagai macam alasan,” ujarnya, didampingi Suhartatik dan keluarga.

Padahal tutur Imam, beberapa bulan lalu, dirinya bersama Ketua RT setempat sudah menemui Lurah agar pengajuan rutilahu Suhartatik segera direalisasikan.

“Setelah saya menemui lurah, kabarnya Pak Camat sudah meninjau rumah Suhartatik. Tapi rutilahu yang diinginkan Suhartatik belum juga terealisasi. Bahkan sampai rumahnya roboh,” ulasnya.

Imam menegaskan, bagi Pemkos tidak ada pilihan lain, selain membantu rumahnya Suhartatik yang sangat memprihatinkan. “Kasihan beliau (Suhartatik), tiap malam tidurnya tidak nyenyak, karena khawatir rumahnya roboh. Pemkos harus membantu,” pungkas Imam penuh Harap.