RADJAWARTA : Pasca pembatasan Media Sosial seperti Whatsapp oleh Kominfo, banyak masayarakat yang mengakalinya dengan menggunakan aplikasi Virtual Private Network (VPN). Pertanyaannya amankah menggunakan VPN?

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Menurut Rudiantara menggunakan aplikasi VPN untuk membuka blokir berpotensi merugikan penggunanya. Sebab, dengan menggunakan VPN berpotensi terbukanya data-data pribadi.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Kami sudah memperhitungkan salah satunya melalui VPN, selalu dikatakan bisa bypass lewat VPN, namun hindari VPN gratis karena bisa terdampak terbukanya data-data probadi,” tutur Ruadiantara kemarin.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Resiko lainnya ungkap Rudi adalah penggunaan VPN bisa menjadi akses bagi masuknya malware ke smartphone. “Kalau gratisan, hindari. Pokoknya hindari menggunakan aplikasi WhatsApp melalui VPN,” tukasnya.

Kapan pemerintah akan membuka penuh akses media social dan aplikasi WhatsApp? Rudi enggan menjawab pertanyaan para pewarta. Hanya dia memberi sinyal kalau situasi sudah kondusif. ‘Saya tidak bisa tetapkan besok atau lusa (membuka akses), saya harap situasi kembali normal,” ujarnya.

Berbahayakah menggunakan VPN secara gratis? Berikut resiko menggunakan VPN secara gratis :

Membobol Keamanan Perangkat dengan Malware

Tujuan awal dari aplikasi VPN adalah menjaga perangkat dari hacker. Namun berdasarkan hasil studi terhadap 183 VPN maka terungkap bahwa VPN gratisan rentan disusupi malware. Hasil studi menyebutkan 38% pengguna aplikasi VPN gratis disusupi malware.

Lacak Aktivitas Online Pengguna

Berdasarkan hasil studi yanf sama, 72 persen VPN gratis memungkinkan pihak lain bisa mengintip aktivitas online pengguna. Para pelacak data biasanya mengintip aktivitas online pengguna dan mengumpulkan informasi tentang si pengguna. Bisa saja data-data pengguna dijual ke pengiklan (sbr/B5)