UMUM  

Gerakan Pemuda Surabaya Gelar Diskusi Refleksi 78 Tahun RI Merdeka

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-78, Gerakan Pemuda Surabaya mengelar acara diskusi Refleksi 78 Tahun RI Merdeka dengan tema “98 Wujud Nyata Masa Kelam”.

Acara digelar di Gedung Rektorat Lantai 6 Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG). Surabaya, Kamis, (31/0923).

Ketua Gerakan Pemuda Surabaya. Mirza Akmal mengatakan diskusi kali ini mengundang narasumber yang sangat luar biasa dan tokoh pemuda yang memimpin jalannya diskusi.

“Mengadakan kegiatan .Masih dalam rangka kemerdekaan Republik Indonesia yang kami maksudkan dan tujukan untuk generasi Z yang rentan usianya 17-25 Tahun. sebagain besar yang datang ini tidak mengetahui bagaimana masa lalu bangsa Indonesia,” tegasnya saat memberikan sambutan.

Di tengah asyiknya diskusi, Prof. Hermawan Sulistyo, menceritakan betapa ngerinya pada saat itu hingga menyebabkan sejumlah aktivis hilang.

“Pada saat gejolak 1998 banyak korban jiwa dalam proses reformasi termasuk aktivis yang sampai saat ini tidak tahu keberdaannya dimana,”ujarnnya.

Setelah tragedi kelam yang terjadi di Republik Indonesia, Prof. Hermawan Sulistyo bergabung dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan menginterogasi beberapa jenderal termasuk Prabowo Subianto.

“Kami interogasi Prabowo dan dari 15 jenderal yang kami interogasi hanya Prabowo yang berani marah gebrak meja,” ucapnya.

Sebagai ketua tim TGPF waktu itu, Hermawan mengaku mempunyai kewenangan memasukkan yang terlibat tragedi 1998 ke penjara. Tapi dirinya memilih merekonstruksi bangsa daripada balas dendam dengan menggunakan empat kuadran sebagai penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu.

Kemudian acara di tutup dengan menyanyikan gugur bunga bersama para audien.