411, 212,… kemarin itu 249, apakah hari ini ada 259?

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Aksi massa yang besar itu sama saja.. memang kalau aksi mahasiswa dihubungkan dengan moral force… jumlah massa anti pemerintah saat 411 dan 212 jauh lebih besar tapi “kadar moral force-nya” dianggap di bawah kadar politiknya… aksi mahasiswa dianggap punya moral force..

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Moral force itu murni dan harus dijaga murni… saya pernah menentang cara kerja partai politik yang ingin mengontrol gerakan mahasiswa sebagai underbow.. bukan karena berpolitik itu jelek tapi karena saya menganggap kekuatan moral mahasiswa harus dijaga.. jadi biarkan dia murni..

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Saya deklarator dan Ketum pertama KAMMI yang banyak di kampus.. karena kelahirannya yang hampir bersamaan dengan PK, lalu banyak elit PKS ingin punya kontrol kepada KAMMI.. saya menentang… saya memperjuangkan otonomi bagi teman-teman… karena kekuatan moral itu biarkan mandiri.

Sekarang, mahasiswa harus tetap bergerak dan bergeraklah ke Senayan.. memang parlemen itu tempat demonstrasi… makanya saya pernah usulkan adanya alun-alun demokrasi tempat rakyat Indonesia dan mahasiswa berdemo di Senayan… tapi belum terlaksana karena banyak yang gak paham..

Sebab jika kita serius, maka demonstrasi dan aktivisme mahasiswa adalah salah satu ujung tombak pembentukan kepemimpinan nasional… mahasiswa harus dibiasakan artikulatif dalam menyampaikan pikiran dan suara moral mereka. itulah moral force… karena itu kebebasan kampus harus dijaga.

Saya prihatin atas pengekangan yang dilakukan oleh kampus kepada mahasiswa selama ini.. bahkan kampus difitnah terpapar radikalisme dan isu yang gak masuk akal.. sambil mereka yang berseberangan dengan pemerintah dilarang masuk kampus.. saya termasuk yang beberapa kali dilarang.

Bayangkan, saya masuk daftar yang tidak boleh berceramah di beberapa kampus negeri yang saya sendiri adalah kordinator pengawas dunia pendidikan di DPR. Kelakuan para penjilat di rezim ini bikin sakit perut. Rektor seperti terkena tekanan agar melarang oposisi masuk kampus.

Sekarang, ALHAMDULILLAH kampus bergerak.. rasanya, tali kekang telah terbuka. Dan kampus kembali merdeka. Dan memang harus merdeka. Memang harus demonstrasi. Para pemimpin yang ada sekarang ini adalah juga pernah menjadi mahasiswa dan aktifis. Pernah demonstrasi.

Kalau pemimpin pernah menjadi demonstran bagusnya nanti dia senang di demo.. kalau gak pernah demonstrasi nanti pura-pura saja sedang didemo padahal nyatanya tidak berani berhadapan dengan mahasiswa. Otentisitas pemimpin salah satunya lahir di jalanan saat demonstrasi.

Sekali lagi, jaga moral force.. salah satunya adalah perkuat gagasan.. belalah pikiran.. jangan terbiasa mengusung tema yang dangkal.. jangan mau terjebak kekerasan kecuali terpaksa.. untuk membela diri.. tapi kekuatan moral terasa murni jika kita berdiri di atas nurani..

Selamat berdemonstrasi mahasiswa Indonesia saya tunggu kalian di Senayan… tidak ada kata jera dalam perjuangan! (Pak polisi beri jalan, beri ruang bagi utusan, saya siap menunggu perdebatan di dalam ruang sidang disaksikan awak media dan wartawan). Merdeka!

Sumber akun fb Fahri Hamzah