RAJAWARTA : Puluhan PKL di Jalan Dinoyo berunjukrasa di depan Kantor Kecamatan Tegalsari Surabaya. Unjukrasa puluhan PKL tersebut digelar karena sejak ditertibkan Satpol PP sudah tiga bulan tidak bisa berjualan.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Dalam orasinya, koordinator aksi menyatakan agar pihak pemerintah membolehkan PKL untuk berjulan lagi. “Kami sudah tiga bulan tidak bisa berjualan, kami mohon pada ibu camat agar kami diperbolehkan untuk berjualan lagi disana,” teriak salah satu orator, selasa (24/09/2019) siang.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Koordinator aksi Kasno Purwanto menjelaskan akibat dari penertiban yang dilakukan Satpol PP puluhan PKL hingga saat ini tidak bisa berjualan. “Seharusnya sebelum digusur harus ada sosialisasi lebih dulu kalau ini tidak langsung digusur begitu saja,” katanya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, seharusnya sebelum dilakukan penertiban, pihak pemerintah lebih dulu mengajak bicara para PKL. Karena dirinya yakin, setiap persoalan pasti ada solusinya.

“Sebenarnya para PKL ini sangat mudah diajak rembukan karena kita sudah sering berkomunikasi dengan camat bahkan bu wali untuk mencari alternatif, tapi sampai sekarang tidak ada ujungnya,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap, agar ada jalan keluarnya atau solusinya untuk para PKL, bagaimanapun PKL butuh makan apalagi PKL warga surabaya juga. “Semoga ada jalan keluarnya dan solusinya yang baik bagi para PKL ini,” pungkasnya.

Setelah beberapa waktu menggelar unjukrasa, akhirnya para PKL diterima Camat Tegalsari, Kanti Budiarti. Dalam keterangannya, Kanti menjelaskan unjukrasa ini sebenarnya sudah kedua kalinya. Dan, dalam pertemuannya dengan PKL beberapa waktu lalu, Kanti meminta PKL-PKL itu untuk berjualan di sentra PKL yang sudah disediakan Pemerintah

“Artinya kami tidak membiarkan asal mereka (PKL) tidak berjualan lagi di lokasi yang sama (dinoyo),” tuturnya. selasa (24/09/2019) siang.

Artinya, tutur Kanti, pihaknya sudah memberikan jalan keluar dengan menyediakan tempat berjualan di Sentra PKL. “Sentranya di Semolowaru ada lima stand, Jambangan ada15 stand dan menanggal ada 7 stand,” katanya. (irw)