suara/istimewa

RADJAWARTA : Melabungya harga bawang putih di Jawa Timur sejak awal Ramdahan ternyata tidak bertahan lama. Secara bertahan harga bawang putih it terus menurun mendekati harga normal.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Berdasarkan informasi yang berkembang dari sebelumnya antara Rp55.000-60.000/kg saat ini menjadi Rp39.000/kg-Rp36.000/kg, bahkan di Pasar Induk Pabean Surabaya menjadi Rp26.000/kg.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dalam keterangannya, Kepala Disperindag Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan, setelah adanya penurunan saat ini hanya tinggal bagaimana penurunan itu bisa merata sampai ke pelosok Jawa Timur.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Kami bersama Polda Jawa Timur sebagai satgas pangan juga telah meminta kepada pengusaha agar bisa memeratakan harga bawang putih sampai ke pelosok desa-desa di Jawa Timur,” katanya.

Dasarnya tutur Drajat adalah SK Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tentang Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur. Prinsip dari SK Gubernur itu menurut Drajat adalah harus lebih mengedepankan pengendalian harga.

“Total instrumen data yang masuk ke Disperindag berasal dari 116 pasar di Jawa Timur dan setiap hari mengirim data harga pasar yang kemudian disalurkan dan distribusikan ke Polda Jawa Timur, BI, Kominfo Jawa Timur agar bisa dipantau pergerakannya,” ujarnya.

Menurut Drajat secara umum harga bahan pokok yang sedang berlaku di Pasar saat ini cukup stabil.

Untuk menstabilkan harga bahan pokok di Pasaran, pihaknya juga telah menggelar operasi pasar. Contohnya Di Pasar Wonokromo, Surabaya dari awalnya Rp60.000/kg bahkan mendekati harga Rp 100rb menjadi Rp45.000/kg. (sbr/ant)