dailysocial

RADJAWARTA : Pembatasan Penggunaan Medsos utamanya WhatsApp oleh Pemerintah melalui Menkominfo sempat membuat pengguna WhatsApp ‘kelabakan’, namun para mania chatting tidak pernah kehabisan akal, dengan cepat mereka mencari aplikasi yang ‘bebas hambatan’. Aplikasi yang menjadi pilihan mania chatting adalah aplikasi telegram.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Fakta tersebut bisa dilihat dari notifikasi pengguna baru di telegram. Dalam setiap hari mengguna telegaram terus bertambah. Memang hingga saat ini belum ditemukan penjelasan ilmiah yang menyebutkan jumlah pasti pengguna WhatsApp yang beralih ke telegram. Namun fakta bertambahnya jumlah pengguna telegram tak terbantahkan.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Contohnya, beberapa pengguna WhatsApp yang beralih ke telegram, berkisah. Salah satunya adalah Nurhasan Asyari mengaku kecewa WhatsApp miliknya tidak bisa digunakan. “Cak WhatsAppku nggak bisa. Bingung aku,” ujar Nurhasan kepada temannya bernama Warsono di taman Bungkul Surabaya (24/5).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Mendengar cerita Nurhasan, Cak Warsono lalu meminta Nurhasan untuk mendownload aplikasi telegram. “Telegram fungsinya hampir sama dengan WhatsApp,” jelas Warsono singkat.

Nurhasan pun langsung menuruti saran Warsono untuk menggunakan telegram. “Ini cak aku wes download, Gimana ini,” tanyaNurhasan kepada Warsono.

Warsono lalu menunjukkan cara menggunakan telegram. Karena caranya mudah, hanya beberapa menit aplikasi telegram milik Nurhasan, aktif dan bisa digunakan. “Alhamdulillah sudah bisa chatting lagi. Teman-temanku tak kabari,” cetusnya bernada gembira.

Kisah singkat Nurhasan Asyari dan Warsono ini merupakan fakta yang tidak bisa dibantah bahwa pasca pembatasan WhatsApp oleh pemerintah, beberapa pengguna WhatsApp beralih ke telegram (sbr/red)