RADJAWARTA : Inflasi Jawa Timur pada bulan April 2019 kemarin sebesar 0,41 persen. Salah satu pemicunya kenaikan harga bawang putih dan komoditas lain seperti bawang merah dan tomat.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, menegaskan, kenaikan harga komoditas tersebut memicu kenaikan inflasi sepanjang April 2019.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi,” ujarnya pada beritalima.com, Kamis (2/5/2019).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,50 persen. Sedangkan yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok kelompok sandang, sebesar 0,14 persen,” lanjutnya.

Laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan April 2019 mencapai 0,74 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) mencapai 2,58 persen.

“Pada April 2019 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, komponen yang diatur pemerintah inflasi 0,16 persen, dan komponen bergejolak inflasi sebesar 1,70 persen,” jelasnya.

Dia pun menambahkan, secara umum seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami inflasi, dan yang tertinggi di Kota Jember, yang mencapai 0,45 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Banyuwangi, sebesar 0,15 persen.

Sementara itu, untuk komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah beras, daging ayam ras, dan tarif listrik.

Sebelumnya, pada Maret 2019 Provinsi Jawa Timur juga mengalami inflasi karena dorongan harga bawang putih dan bawang merah dengan inflasi sebesar 0,16 persen. (Gan/B5)