RAJAWARTA : Arus petikemas domestik di terminal Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disebut meningkat tajam. Bahkan, sudah melampaui target. Kabar tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung. 

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Doso Agung menjelaskan, sejak 15 Januari 2019 Pelabuhan Tanjung Perak telah ditetapkan sebagai pelabuhan transhipment atau alih muat petikemas domestik. 

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Kini Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah menghasilkan realisasi pertumbuhan petikemas di atas target yang telah direncanakan,” katanya melalui siaran pers yang diterima wartawan di Surabaya, Senin.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Berdasarkan data yangvdipegangnya, pada Semester I Tahun 2018 tercatat arus petikemas di terminal-terminal wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berjumlah 16.310 boks. “Pada semester I tahun ini melonjak 35.550 boks petikemas atau mencapai 218 persen yoy atau year on year,” ujarnya.
 
Peningkatan terbesar tutur Doso, terjadi di Terminal Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak, yang dioperasikan oleh BJTI Port, anak usaha PT Pelindo III, yaitu dari sebesar 9.812 boks pada Semester I Tahun 2018 menjadi 22.349 boks pada periode yang sama tahun ini atau mencapai 227 persen yoy.
 
Selain itu arus transhipment petikemas domestik di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada Semester I Tahun 2018 tercatat 1.040 boks. Sedangkan pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi 2.799 boks. 

Lalu, lanjut Doso, Di Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya, pada Semester I Tahun 2018 tercatat 5.392 boks petikemas dan pada semester I tahun ini meningkat menjadi 9.283 boks.
 
Doso menjelaskan arus transhipment petikemas domestik di TPS dan TTL tumbuh tipis karena memang segmen bisnisnya lebih banyak melayani petikemas internasional. Selain itu di TTL juga lebih sering melayani curah kering. (sbr-ant)

Foto : okezone