RAJAWARTA : Di Tahun 2019 ini Pemkot Surabaya masih memberlakukan program bidikmisi bagi para calon mahasiswa dari Keluarga miskin yang lolos UMPTN.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Kabar ini kembali kami sampaikan, agar para orang tua calon mahasiswa yang berlatar belakang keluarga tidak mampu tetap bisa optimis jika putra dan putrinya masih bisa mengenyam pendidikan tinggi gratis yang dibiayai APBD Pemkot Surabaya,” jelas Agustin Poliana Ketua komisi D DPRD Surabaya, kepada media ini hari ini.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Agustin mengungkapkan, bahwa para keluarga miskin yang sudah diterima PTN bisa langsung melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mendaftarkan diri sebagai penerima program Bidikmisi.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Untuk biaya administrasi semester awal diselesaikan saja dulu. Entah bagaimana caranya. Setelah itu silahkan mengajukan permohonan ke Pemkot (Dinas Pendidikan) untuk mendapatkan pembiyaan gratis dari program Bidikmisi,” tuturnya.

Dia meminta Dinas Pendidikan juga memikirkan pasca kelulusan siswa penerima program Bidikmisi. “Jadi tidak hanya membiayai siswa, tetapi juga mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan kemampuannya (tenaga dan pikirannya) pasca kelulusannya. Kan bisa di lingkup Pemkot Surabaya,” tandasnya.

Diketahui, bahwa program Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. (sbr/spn)