RAJAWARTA : Diduga akibat dari pembangunan apartemen Grand Dhamahusada Lagoon (GDL), di Kecamatan Mulyorejo diperkirakan ratusan rumah warga di Perumahan Dharmahusada Mas mengalami retak-retak, bahkan ada sebagian rumah yang mengalami penurunan tanah.

Lilianawati (33) salah satu warga membenarkan jika rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan. Bahkan menurutnya, kerusakan rumah miliknya kerusakannya cukup parah. “Rumah kami banyak yang retak ya, sampai di plafon-plafon. Dari bulan berapa itu,” kata Lilianawati, Senin (29/7).

Lili khawatir kalau tidak ada penanganan lama-lama rumahnya bisa roboh. Saking khawatirnya, dirinya memperbaiki sendiri. “Tapi sudah saya perbaiki, takut kalau roboh malah nanti bagaimana kan,” bebernya.

Sebenarnya, persoalan rusaknya rumah milik warga sudah diketahui oleh pelaksana proyek. Namun entah kenapa hingga saat ini tidak respon.

“Orangnya PP Properti sudah datang ke sini, untuk foto-foto mana saja yang rusak. Mereka sudah datang dari bulan berapa itu saya lupa,” tandasnya.

Akibat dari semua ini lanjutnya, , Lilianawati mengaku menyebut telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, dirinya berharap pelaksana proyek segera bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi sesuai nilai kerugian.

Pantauan di lokasi, kerusakan bangunan hampir dialami seluruh rumah yang berada di Perumahan Dharmahusada Mas. Banyak diantaranya telah melakukan perbaikan sendiri untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Proyek Apartment Grand Dharmahusada Lagoon merupakan proyek superblok yang dikerjakan oleh PT PP Properti. Dibangun diatas lahan seluas 4,2 hektar, dan disebut sebagai salah satu lokasi premium bernuansa modern dan natural di Surabaya Timur.