RADJAWARTA : Kabupaten Bangkalan tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan tehnolagi. Kali ini Pemerintah ingin mengembangkan kecanggihan tehnologi untuk pengelolaan parkir dari system manual ke system elektronik.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M Husni Syakur menyampaikan pengelolaan parkir elektronik bertujuan untuk menghindari terjadinya kebocoroan PAD.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Apalagi dilengkapi dengan CCTV. Sehingga bertambah keamanannya. Seharusnya pemerintah merubah ke sistem parkir elektronik,” ujarnya, Selasa (09/04/2019).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Pihaknya mendorong Dinas Perdagangan (Disdag) segera melakukan pembenahan dan mempersiapkan penerapan e-parkir. Disdag bisa mengajukan anggaran untuk pengadaan e-parkir tersebut. “Demi kebaikan bersama, kami akan dukung,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Bangkalan Budi Utomo merespon baik usulan pengadaan e-parkir tersebut. Dari sisi kemanfaatan, e-parkir dapat mencegah kebocoran pengelolaan.

“Tapi untuk sementara saya percaya kepada pengelola parkir tidak bakal terjadi kebocoran,” ucapnya.

Kendati demikian, Disdag belum mengalokasikan anggaran untuk pengadaan e-parkir tersebut. Dia berjanji akan segera mengajukan anggarannya. Budi menjelaskan, penggunaan e-parkir perlu ditunjang peralatan sistem lainnya Seperti CCTV. Dengan itu, keamanan dan kenyamanan pengunjung terjamin. “kalau alatnya tidak mendukung pasti rawan kehilangan nanti,” tandasnya. (yus/mas/hms)