RAJAWARTA : Beredarkan gambar Baliho Walikota Surabaya dan Kepala Bappeko, Eri Cahyadi menarik minat Surokim Abdussalam, Peneliti Senior sSurabaya Survey Center (SSC), untuk menyumbangkan buah pikirnya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Dalam pandangan Dekan FISIB Universitas Trunojoyo ini, beredarnya baliho yang sekaligus membuat gaduh khususnya warga Surabaya semata hanyalah warming-up pertarungan Pilwali Surabaya 2020. Asa dari hal tersebut adalah memancing calon potensial dari Birokrat, Eri Cahyadi.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Menurut saya fenomena gaduh baliho itu hanyalah pemanasan saja, sebagai tes ombak untuk memancing kandidat potensial Pilwali Surabaya 2020 agar muncul terang-terangan,” ujarnya. (15/11).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Berdasarkan riuh rendah tensi politik Surabaya, menurut Surokim, meski sudah ada beberapa nama yang mulai mengemuka dari birokrat, namun hanya nama Eri Cahyadi yang kian hari kian menjadi perhatian warga Surabaya. Semantara Eri sendiri enggan menanggapi isu yang terus mengarah kepada dirinya.

“Hingga kini semua sedang menduga, calon-calon dari birokrat masih belum terang dan masih sembunyi-sembunyi, dan Pak Eri diduga adalah salah satu bakal calon potensial dari birokrat. Sehingga apa saja yang terkait dengan beliau akan dijadikan sentrum perhatian,” ulasnya.

BERITA TERKAIT :

Gambar Risma-Eri Cahyadi Bertebaran, Kepala Bappeko : Nggak Ada

Politisi Nasdem Tanggapi Serius Beredarnya Gambar Risma-Eri

Gegara Gambar Risma-Eri, Arief Fathoni Bongkar Rahasia Ketidakharmonisan Walikota dan Wakilnya

Terkait dengan isu yang terus mengarah kepada Eri Cahyadi, Surokim menyarankan agar kepala Bappeko tidak reaktif menghadapinya. Karena jika terlalu reaktif maka akan ada impact negatif or positif yang akan diterima Eri Cahyadi.

“Menurut saya sorotan itu sekaligus menjadi uji nyali kepada Pak Eri bagaimana daya respons beliau sebagai calon pemimpin Surabaya. Jika respons yang beliau berikan tepat dan elegan maka itu akan menjadi nilai plus dan akan kian menaikkan ratingnya. Demikian juga sebaliknya jika responsnya tidak tepat maka akan menjadi catatan minus,” ucapnya.

Lalu siapa yang memasang baliho tersebut, Eri atau lawan politiknya? Rokim belum bisa memastikan siapa yang sedang ‘berdrama’ namun, Rokim tidak yakin kalau birokrat profesional selevel Eri Cahyadi berani melakukannya.

“Saya tidak tahu persis soal siapa yang memasang baliho itu, hanya bisa melihat dari content balihonya saja jelas mengarah ke Pak Eri, dan saat ini siapapun yang diduga kuat menjadi suksesor Bu Risma punya resiko disorot, ditembak kanan kiri karena kaitan kontestasi tadi. Bukankah Pak Eri sudah membantah tidak memasang baliho itu,” katanya.

Setelah panjang lebar membeberkan nalarnya, Surokim memberikan tips sehat kepada Eri Cahyadi agar tetap prima dalam menghadapi gelombang politik yang diperkirakan akan semakin kuat menerjang.

“Melihat case ini, Pak Eri harus betul-betul cermat sebagai birokrat jika tidak ingin serangan kian kuat, maka Pak Eri harus bisa membedakan kepentingan antara tugas sebagai birokrat kota dan bakal calon potensial. Sehingga harus benar-benar cermat dan hati-hati terkait mobilisasi dana Pemkot bisa memastikan benar-benar steril dari kepentingan kontestasi Pilwali 2020,” pungkasnya.