RAJAWARTA : Unjukrasa yang digelar Penghuni Rusunawa Gunungsari di Jalan Gunungsari Surabaya, kemarin tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari penghuni yang patuh dan tertib mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola Rusunawa.

Simak video : Keluarga Pasien akan Menggugat Rumah Sakit RKZ Surabaya

Salah satu penghuni rusunawa Gunungsari berinisial IN mengaku enggan mengikuti unjukrasa yang digelar oleh penghuni rusun dimana pesertanya rata-rata memiliki tunggakan uang sewa kamar, air PDAM dan Tagihan listrik.

“Males mas, wong saya ini sejak tinggal disini sampai sekarang tidak pernah punya tunggakan. Mereka itu kan penunggak tagihan, ngapain kita ikut-ikutan mereka,” jelas IN yang mewanti-wanti agar namanya tidak dipublis (6/11).

Simak Video : LKPJ Walikota Surabaya Dikoreksi Dewan

Selain mengamini pernyataan IN, warga lain berinisial R meminta Gubernur Jawa Timur, Kbofifah Indar Parawansa tidak memenuhi tuntutan penghuni rusunawa yang memiliki tunggakan.

“Kalau tuntutan penghuni dipenuhi maka saya pastikan keputusan Gubernur tidak adil karena tidak memghormati kami yang patuh aturan,” jelasnya.

Dia menyarankan, agar Pemprov Jatim bertindak tegas kepada para penunggak tagihan. Misalnya dengan mengeluarkan mereka dari rusun. “Yang butuh rusun dan sanggup mematuhi aturan masih banyak. Berikan saja kepada yang lebih butuh dan sanggup sanggup membayar tagihan,” ucapnya.

Dia menambahkan, tindakan pengelola rusun tidak bisa disalahkan karena selain menjalankan tugas pimpinan, pengelola rusun juga menjaga keberlangsungan pengelolaan rusun. “Jadi menurut kami tindakan tegas pengelola rusun terhadap para penunggak tagihan sudah benar. Yang salah itu yang tidak bayar tunggakan,” pungkasnya.

Seperti telah terkabar sebelumnya, kemarin penghuni rusunawa Gunungsari menggelar unujukrasa. Dalam unjukrasa tersebut penghuni menuntut agar pembayaran tunggakan diberi keringanan. Dikabarkan pula bahwa pengunjukrasa ditemui Rudi Ermawan Yulianto ST, M.MT, kadis Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemprov Jatim.

Sementara Anang Bintoro pengelola rusun mengungkapkan, bahwa hasil pertemuan antara penghuni dengan kadis cipta Karya bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, Rudi dengan tegas menolak tuntutan penghuni rusun. “Hasil pertemuan kemarin, Pak Kadis menolak tuntutan penghuni. Pak Kadis meminta agar penghuni rusun segera membayar tunggakan,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Anang.

Foto : Pengunjukrasa penghuni rusun ditemui Kadis Cipta Karya, Rudi Ermawan Yulianto (baju coklat)