UMUM  

Turnamen Tinju di Grand City, Imam Syafi’i: Tidak Ramah Anak

RAJAWARTA: Penyelenggaraan turnamen tinju di dalam sebuah pusat perbelanjaan besar di Surabaya menuai kritik dari kalangan legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Imam Syafi’i, menyayangkan digelarnya pertandingan tersebut di Grand City Mall yang dinilai kurang tepat dari sisi lokasi dan dampaknya terhadap anak-anak.

Turnamen yang dilangsungkan di lantai dasar mal tersebut dinilai Imam berpotensi menampilkan aksi kekerasan secara terbuka kepada anak-anak yang sedang berkunjung, apalagi lokasi ring tinju berada di dekat toko mainan dan area permainan anak.

“Segala bentuk kekerasan, dalam konteks apapun, tidak layak disuguhkan kepada anak-anak. Ini bisa menjadi contoh buruk bagi perkembangan mental mereka,” tegas Imam, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Surabaya.

Lebih lanjut, Imam menyebut bahwa Surabaya seharusnya mempertahankan citranya sebagai kota yang ramah anak. Ia mengingatkan agar seluruh pihak, baik penyelenggara maupun pengelola mal, memperhatikan dampak sosial dari acara yang dihelat di ruang publik.

“Kami ingin tahu, apakah kegiatan ini sudah mengantongi izin resmi? Jika ada, mengapa bisa disetujui? Pemerintah kota harus mengusut tuntas hal ini,” ujar Imam.

Politisi yang juga duduk di Komisi D DPRD Surabaya itu meminta Pemerintah Kota tidak tinggal diam. Ia mendesak agar pemkot bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa, khususnya yang berpotensi memberi dampak negatif bagi anak.

“Jangan sampai hanya karena alasan bisnis, ada pihak-pihak yang mengorbankan nilai edukatif dan karakter anak-anak kita,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola mal maupun penyelenggara acara terkait polemik ini.