RAJAWARTA : Di Kabupaten Pasuruan tahun ini membuka lahan garam baru seluas 2,6 hektar. Jadi total secara keseluruhan luasan tambak untuk produksi garam tahun seluas 248 hektar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nurhandoyo mengatakan, selama 2 tahun terakhir, luasan produksi tambak garam memang cenderung stabil di luasan 243,2 hektar. Akan tetapi setelah produksi garam dimulai, ada penambahan luasan lahan garam.

“Namun tahun ini setelah mulai proses produksi garam dan kita data ada tambahan luasan garam 2,6 hektar. Sehingga tercatat saat ini yang berproduksi mencapai 248 hektar,” kata Slamet di sela-sela kesibukannya, Jumat (02/07/2019).

Dalam keterangannya, Slamet mengungkapkan, lokasi tambahan lahan tersebut ada di Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok. Disana, ada 1 kelompok baru yang mulai proses produksi garam di lahan bekas tambak ikan yang berpotensi dijadikan lahan garam.

“Biasanya memang ada lahan tambak ikan, saat musim hujan jadi lahan ikan namun saat kemarau dikeringkan dan jadi lahan tambak,” terangnya.

Namun biasanya tak semua lahan tambak ikan mau dijadikan lahan tambak. Hal ini tergantung dari pemilik tambak sendiri. Dengan bertambahnya luasan produksi garam tahun ini, Dinas Perikanan berharap bisa meningkatkan hasil produksi garam. Tahun ini target produksi garam di Kabupaten Pasuruan mencapai 15.555 ton.

“Kita harapnya bisa meningkatkan hasil produksi garam tahun ini. Namun kita masih lihat lagi lantaran harga garam yang masih anjlok kita harap tak mempengaruhi produktivitas produksi garam,” ujarnya

Hanya saja, saat ditanya perihal jumlah produksi garam, Slamet menegaskan bahwa per Juni lalu hanya mencapai 18,45 ton. Lantaran kegiatan produksi garam baru dimulai beberapa waktu lalu.

“Produksi garam dipastikan ketika sudah benar-benar musim kemarau atau panas. Hujan sehari saja bisa membuat gagal, karena mempengaruhi kualitas garam itu sendiri,” ujarnya kepada Suara Pasuruan. (hms/emil)