RAJAWARTA : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa sebenarnya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bukan pilihan hati sang Gubernur untuk dijadikan tempat pertandingan Piala Dunia U-20. Salah satu alasannya, adalah karena stadion yang dibangun di Benowo itu terkadang beraroma sampah.

Simak video : Keluarga Pasien akan Menggugat Rumah Sakit RKZ Surabaya

Oleh karenanya, pada saat dirinya menawarkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) GBT tidak menjadi pilihan stadion di Jawa Timur yang ditawarkan Khofifah ke Menpora.

Menurut Khofifah, kala itu dirinya memberikan pilihan lain selain GBT, yakni Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Bangkalan.

Simak Video : LKPJ Walikota Surabaya Dikoreksi Dewan

“Dari awal saya sampaikan opsi ini. Ini, kan, diajukan 10 titik, salah satunya GBT. Tetapi, saya sudah ke GBT. Kalau sore, kena angin, itu suka ada aroma sampah,” ujarnya di Grahadi, Jumat (1/11/2019).

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT)

Terkait dengan aroma sampah di GBT tersebut Khofifah mengaku bingung ketika FIFA meninjau ke Stadion kebanggaan Warga Surabaya.

Engkok lek pas (nanti kalau) FIFA ke sana, terus pas anginnya masuk. (Mereka tanya) ini aroma apa? Makanya kami sampaikan opsi lain. Pokok-e harus ada Stadion Jatim jadi venue,” harap Khofifah.

Jika disbanding Stadion GBT, Khofifah malah lebih merekomendasikan Stadion Kanjuruhan Malang. Sebab, menurutnya, Stadion Kanjuruhan lebih mendukung. “Kalau di Kanjuruhan relatif ter-support. Ini bukan soal bonek mania atau Arema, lho, rek,” tegasnya.

Yang jelas harapan besar Khofifah, salah satu Stadion di Jawa Timur bisa terpilih menjadi 1 dari 10 venue yang diajukan ke FIFA. Untuk hal tersebut, Khofifah mengaku terus berkoordinasi dengan Kemenpora.


“Sehingga, kalau ini kurang, kalau ini bagaimana? Kalau ini masih kurang, kurangnya apa. Yang ngerti itu adalah yang sudah tahu standar FIFA,” tukasnya. (sbr-ss)

suarasby