RAJAWARTA : Perdebatan penggunaan Bilik Sterilisasi (BS) yang digunakan Pemerintah Kota Surabaya (Pemkos) untuk memutus mata rantai virus corona terus bergulir. Lihat saja, mulai dari Kasatpol PP Surabaya, anggota DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya saling menyampaikan statemen terkait dengan penggunaan BS.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Berbeda dengan Kasatpol PP dan anggota DPRD Yos Sudarso, Kota Surabaya. Yanto salah satu warga Surabaya mengaku telah menjadi korban penggunaan BS. Haaahh korban?

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Ya, Yanto dengan tegas mengaku kulitnya yang terkena semprotan BS mengalami iritasi. “Sebetulnya menurut dinas kesehatan atau WHO disinfektan itu berbahaya, karena saya sendiri mengalami, disemprot kena kulit saya sampai iritasi,” ujar Yanto seraya menunjukkan lehernya yang iritasi karena kena disinfektan (7/4/20)

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Penyemprotan disinfektan terhadap Yanto tidak hanya sekali namun hingga berkali-kali. Menurutnya, karena ingin terhindar dari virus import itu maka setiap saat selalu memanfaatkan disinfektan yang disediakan Pemerintah.

“Setiap saya mau kemana saya selalu masuk bilik atau disemprot (disinfektan). Makanya disinfektan jangan sampai kena ini (kulit). Karena disinfektan untuk benda-benda mati,” ulasnya.

Oleh karenanya Yanto berharap kepada masyarakat jika masih ingin menggunakan BS or disinfektan jangan sampai kena kulit apalagi mata. “Jangan sampai kena semprot kulit apalagi mata, sangat berbahaya. Ini korbannya saya kena jadi iritasi,” pungkasnya.

Ditemui di depan kantor Satpol PP Pemkos, Irvan Widiyanto Kasatpol PP Pemkos mengungkapkan bahwa keberadaan BS di depan kantornya sangat besar manfaaat baginya dan anak buahnya.

“Kalau saya ini (penyemprotan di dalam BS) kan tidak mengarah kemuka dan wajah saya, iya toh. Eeeā€¦ justru ini (BS) saya memerlukan kalau saya dari luar ini (BS) untuk membersihkan baju-baju dan celana saya. Jadi, tetap saya gunakan dan menurut saya sangat berguna terutama bagi saya dan karyawan yang ada disini,” tukasnya.

Di bagian lain, M. Machfudz anggota DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya ketika dimintai tanggapannya tetap kekeh atas pendapatnya sejak munculnya BS. Menurutnya, penggunaan disinfektan yang disemprot di dalam BS or di luar BS sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Dari awal saya yang menolak BS itu. Karena BS itu berbahaya menurut saya dan dokter-dokter yang saya tanyakan,” jelasnya bernada yakin.

Kenapa menolak? selain berbahaya bagi kesehatan manusia, menurut Machfudz, BS tidak untuk ditempatkan di tempat-tempat umum atau di perkantoran. “Karena biasanya BS itu dipasang di depan kandang hewan, biasanya,” tukasnya.

Selanjutnya untuk melengkapi berita diatas ada baiknya pembaca tidak mengabaikan pernyataan Kasatpol PP, M Machfudz dan Yanto Warga Surabaya yang juga pedagang PGS Pasar Turi yang tervisual di dalam video di bawah ini :