Mengawali hari aktif kerja di awal tahun 2022 Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti langsung menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Hal ini dilakukan politisi PKS itu dengan menyambangi kediaman Sugimun (63) warga Kelurahan Ngagel Rejo, Wonokromo, Senin (3/1/2022).

“Saya kemari dapat info warga. Pak Gimun usia 63 tahun kondisinya tidak mampu dan tadi saya cek juga dan sudah masuk database masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ucap Reni.

Keadaan memprihatinkan dialami Sugimun bersama 3 anaknya. Mereka tinggal dengan kondisi rumah lembab dan kumuh sehingga sangat tidak layak huni. Sugimun merupakan penjual mie ayam keliling namun disayangkan sepi pembeli.

“Tadi kita lihat bahkan untuk tidur saja beliau tidak ada kasur, jadi memang perlu dibantu. Misalkan program Pemkot rumah tidak layak huni (rutilahu), ini perlu dapat perhatian walaupun memang ada terkendala mengenai surat tanah, tetapi saya kira harus ada solusi,” ujar Reni.

Ketua RT VI Sarbini menambahkan situasi sulit itu sudah sejak lama dialami Sugimun yang juga sebelumnya sempat melakoni pekerjaan sebagai tukang becak sebelum akhirnya beralih menjadi penjual mie ayam keliling dengan bantuan gerobak dari warga.

“Pak Sugimun ini mulai jualan dari jam 11.30-20.00 kalo udah dapat 7 mangkok per hari aja itu udah Alhamdulillah,” kata Sarbini.

Ketiga anaknya pun mengalami kesusahan sebab anak pertama kerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan pemasukan minim. Anak keduanya pun mengalami depresi, serta anak terakhir pun menghadapi kesulitan problem rumah tangganya.

“Salah satu program prioritas Walikota adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan mengentaskan kemiskinan. Karenanya, perlu mengintervensi bagaimana anggota dari keluarga usia produktif ini bisa dapat penghasilan tetap, ini yang saya kira Pemkot perlu memberikan akses pekerjaan atau pendapatan,” imbuh Reni.

Politisi PKS ini juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak pengurus kampung yang sudah memperhatikan dan membantu mulai dari RT/RW, kelurahan, binmas, dan babinsa pun turut hadir. Bantuan pun sudah diterimakan per bulannya berupa sembako. Bagi Reni perlu dikaji dan diperhatihan kembali sentuhan-sentuhan bantuan yang lain.

“Bisa jadi keluarga-keluarga seperti ini masih ada di tempat lain. Bahwa angka kemiskinan menurut BPS masih di angka 5,23 persen atau sekitar 100 ribu jiwa. Kemudian kalau kita lihat data MBR juga masih banyak. Artinya ini perlu intervensi terhadap penduduk miskin,” jelasnya.

Pemkot, lanjut Reni, sebenarnya sudah punya program perbaikan rutilahu dan target di 2022 ada kurang lebih 800 rumah yang akan dilakukan perbaikan. Hanya saja di Perwali pun telah diatur bahwa dibolehkan yang mereka memiliki surat tanah.

“Perlu dilihat, kalau banyak kemudian rutilahu dengan surat tanah ada kendala, maka ini yang saya kira harus ada solusi dari Pemkot, apakah kemudian bisa diambilkan dari dana CSR atau Baznas, harus ada bantuan,” paparnya.

“Intinya negara harus hadir sesuai dengan konstitusi kita bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara dan saya di sini hadir juga sebagai salah satu unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang wajib hadir memberi perhatian, mohon doanya juga agar Pak Gumin bisa terbantu,” sambung Reni.

Selain memberi semangat dan motivasi kepada Sugimun beserta keluarga, legislator PKS ini turut menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan perbaikan rombong serta pengadaan kasur. Reni pun menyebutkan bahwa aktivitasnya di tengah masyarakat dengan memberi bantuan dan kepedulian kepada warga ini pun merupakan wujud PKS sebagai partai pelayan rakyat.

Terakhir, tokoh perempuan alumni ITS ini mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong Pemkot untuk membantu agar tidak hanya terbantu untuk jangka pendek namun juga jangka panjang supaya bisa dirasakan manfaatnya bagi Sugimun sekeluarga.

Print Friendly, PDF & Email